Selasa, 24 November 2015

TUGAS KEWARGANEGARAAN
             https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgcZ7gkGWBXTBG5sFEEriUrG7rt2EW_adQhsidpCXu1Y38MP5I9EOnODZXDgu-7WKpVJrraj_5b4ZoaMKm0MfmIbnvIfcZbLYcQb_nyveub7WdbwgzYv1yfFl7YOu5YqqEPftptmMBcBCk/s200/logo.png
                  
Nama    : Amalia Putri Kurnianti
Kelas     : 1EA09
NPM     : 10215607



JUMLAH PENDUDUK INDONESIA KINI MENDUDUKI PERINGKAT KE-4 DIDUNIA



Jumlah penduduk Indonesia kini menduduki peringkat ke-4 di dunia. Dapat kita ketahui faktor apa saja yang menyebabkan hal tersebut. Tak bisa dibayangkan berapa luas temappt yang akan dibutuhkan jika pada tempat yang sama dan waktu yang sama penduduk ini dikumpulkan menjadi satu. Kita teringat akan bagaimana suasana peperangan dulu melawan penjajah. Munkin jumlah yang ikut berperang tidak seberapa dibanding dengan jumlah penduduk seluruhnya. Andaikan pada waktu itu semua penduduk memiliki tekad yang sama untuk merdeka pasti kita tidak munkin dijajah hingga 350 tahun lamanya.

Sejarah Indonesia sendiri banyak dipengaruhi oleh bangsa lainnya. Kepulauan Indonesia menjadi wilayah perdagangan penting setidaknya sejak abad ke-7, yaitu ketika Kerajaan Sriwijaya di Palembang menjalin hubungan agama dan perdagangan dengan Tiongkok dan India. Kerajaan-kerajaan Hindu dan Buddha telah tumbuh pada awal abad Masehi, diikuti para pedagang yang membawa agama Islam, serta berbagai kekuatan Eropa yang saling bertempur untuk memonopoli perdagangan rempah-rempah Maluku semasa era penjelajahan samudra. Setelah berada di bawah penjajahan Belanda, Indonesia yang saat itu bernama Hindia Belanda menyatakan kemerdekaannya di akhir Perang Dunia II. Selanjutnya Indonesia mendapat berbagai hambatan, ancaman dan tantangan dari bencana alam, korupsi, separatisme, proses demokratisasi dan periode perubahan ekonomi yang pesat.
Ups, kembali ke topik bahasan. Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 17.508 pulau, oleh karena itu Indonesia disebut juga sebagai Nusantara (Kepulauan Antara). Dengan populasi sebesar 222 juta jiwa pada tahun 2006. Dari tahun ke tahun jumlah penduduk di Indonesia semakin bertamabah. Meskipun jumlah peserta program KB dari tahun ke tahun semakin bertambah. Indonesia kaya akan keanekaragaman, flora, fauna, suku, seni, budaya dan msih banyak lagi.

Indonesia dari Sabang sampai Merauke, Indonesia terdiri dari berbagai suku, bahasa dan agama yang berbeda. Suku Jawa adalah grup etnis terbesar dan secara politis paling dominan. Semboyan nasional Indonesia, "Bhinneka tunggal ika" ("Berbeda-beda tetapi tetap satu"), berarti keberagaman yang membentuk negara. Selain memiliki populasi padat dan wilayah yang luas, Indonesia memiliki wilayah alam yang mendukung tingkat keanekaragaman hayati terbesar kedua di dunia.

Indonesia merupakan salah satu negara di Asia Tenggara. Indonesia dilintasi garis khatulistiwa (equator), yang membuat Indonesia beriklim tropis. Selain itu indonesia berada di antara 2 benua yaitu benua Asia dan Australia serta antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia, hal ini para pelayar/pelaut singah di Indonesia. Selain itu penduduk Indonesia mayoritas berpenduduk muslim dan disebutkan bahwa Indoonesia berpenduduk muslim terbesar di dunia meskipun secara resmi bukan negara Islam, hem, sangat disayangkan ya, harusnya para penduduk muslim ini demo kepada pemerintah untuk merubah menjadi negara Islam, wahai muslimin ayo bangkitlah, tancapkan bendera islam di Istana Kepresidenan, gerakan hati kalian untuk kesempurnaan hidup ini, akan lebih indah jika hukum-hukum yang berlaku juga berlandaskan pada Islam. Tapi kita juga harus tetap menghormati warga lain yang bergama selain Islam.
Bentuk pemerintahan Indonesia sendiri adalah republik, dengan Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah dan Presiden yang dipilih langsung. Ibukota negara ialah Jakarta. Indonesia berbatasan dengan Malaysia di Pulau Kalimantan, dengan Papua Nugini di Pulau Papua dan dengan Timor Leste di Pulau Timor. Negara tetangga lainnya adalah Singapura, Filipina, Australia, dan wilayah persatuan Kepulauan Andaman dan Nikobar di India.
Nah, dengan keanekaragaman yang menawan ini dan karena begitu dekatnya juga dengan negara tetangga, Indonesia dikenal diseluruh dunia, sehingga mereka tertarik untuk berkunjung ke Indonesia. Tak sedikit dari mereka yang kemudian menetapkan untuk tinggal di Indonesia. Hal ini menjadi salah satu faktor bertambahnya penduduk indonesia, dan menjadi faktor indonesia masuk kedalam penduduk terbesar ke 4 di dunia.

>> JUMLAH PENDUDUK INDONESIA MENURUT KEPALA BADAN PUSAT STATISTIK (BPS) RI RUSMAN HERIAWAN

Di Jakarta tepatnya 29/4/2010, Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan jumlah penduduk Indonesia hingga tahun 2010 akan mencapai 235 juta jiwa. Angka ini diperkirakan akan menempatkan Indonesia masih menjadi negara berpenduduk terbesar keempat di dunia.

"Perkiraan 235 juta jiwa dengan pertumbuhan 1,2% per tahun," kata Kepala BPS Rusman Heriawan dalam acara konferensi pers di kantornya, Jakarta, Kamis (29/4/2010).

Bapak Rusman menegaskan, bahwa angka pasti jumlah penduduk Indonesia hingga tahun 2010 akan diketahui setelah hasil sensus penduduk 2010 yang dimulai 1-31 Mei 2010. BPS ini telah bekerjasama dengan United Nations Population Fund (UNFPA) dalam program sensus penduduk 2010 ini.

Beliau mengatakan bahwa sensus penduduk Indonesia ini mendapat dukungan dari lembaga internasional termasuk PPB. Dikarenakan Indonesia menjadi pusat perhatian dengan menempati posisi keempat penduduk terbesar di dunia. Ini akan menjadi acuan untuk dapat menghitung lebih mudah jumlah seluruh penduduk di dunia.

"Kalau sensus penduduk Indonesia sukses, maka akan membantu menghitung jumlah penduduk di dunia," katanya.

Sedangkan informasi yang bersumber dari Starberita - Medan, Dari hasil Sensus Penduduk 2010 tepatnya pada bulan Mei lalu, dimana jumlah penduduk Indonesia sudah mencapai 237,6 juta jiwa. Angka ini membuat Indonesia masih menempati peringkat 4 besar di dunia. Hal itu juga disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI Rusman Heriawan dalam sebuah acara di Hotel Danau Toba Internasional Medan, baru-baru ini. April lalu 2010.

“Dari 237,6 juta orang penduduk Indonesia itu, lebih dari seperlima atau tepatnya sebesar 21,31 persen bermukim di wilayah Sumatera. Jadi selama kurun wakti 10 tahun terakhir ini penduduk Sumatera telah bertambah sebanyak 6,3 juta jiwa atau meningkat sebesar 1,33 persen per tahun,” katanya.

Sedangkan khusus untuk wilayah Sumatera Utara, lanjut Rusman, angka pertumbuhan penduduknya relatif rendah, yaitu sebesar 1,11 persen per tahun. Namun demikian, secara apsolut Sumatera Utara merupakan provinsi berpenduduk terbesar keempat di Indonesia dengan jumlah penduduk sebesar 12,99 juta jiwa dan sex ratio sebesar 99,59.

Dia menambahkan, hasil Sensus Penduduk 2010 lalu, tidak semata-mata hanya untuk kepentingan statistik tetapi berguna untuk penyusunan basis data kependudukan yang lengkap dengan nama dan alamat (By name and By address) dari setiap penduduk yang berdomisili diwilayah Republik Indonesia.

“Basis data seperti itu sangat penting dan starategis untuk berbagai perencanaan program-program sasar pembangunan yang berbasis pada individu ataupun rumahtangga. Selain itu, informasi tentang perumahan dari Sensus Penduduk ini tentu akan menjadi basis data potensial dan strategis untuk perencanaan pembangunan di bidang perumahan,” tandasnya.

Kapan sih sensus penduduk di indonesia dimulai pertama kali. Sensus penduduk di Indonesia dimulai semenjak tahun 1815 yaitu pada masa “Raffles Kolonialisme Inggris” yang awalnya baru mencakup wilayah Jawa. Kemudian pada masa ”Kolonial Belanda” dilakukan kembali hal serupa pada tahun 1920 dan 1930. Di era pasca kemerdekan, sensus penduduk dilakukan pada tahun 1961, 1971, 1980, 1999, 2000 dan akan dilakukan pada tahun 2010 ini.

Berdasarkan hasil sensus, jumlah penduduk Indonesia adalah:

1. Tahun 1930: 60,7 juta orang
2. Tahun 1961: 97 juta orang
3. Tahun 1971: 119,208 juta orang
4. Tahun 1980: 147,49 juta orang
5. Tahun 1990: 179,379 juta orang
6. Tahun 2000: 206,265 juta orang
7. Tahun 2010: diperkirakan mencapai 237,6 juta orang.


Total penduduk dunia pada tahun 2009 sebanyak 6,829 miliar orang. Berdasarkan data PBB 10 besar negara yang jumlah penduduknya tertinggi pada tahun 2009:

1. China: 1,346 miliar orang
2. India: 1,189 miliar orang
3. AS: 315 juta orang
4. Indonesia: 237,6 juta orang
5. Brasil: 194 juta orang
6. Pakistan: 181 juta orang
7. Bangladesh: 162 juta orang
8. Nigeria: 155 juta orang
9. Rusia: 141 juta orang
10. Jepang: 127 juta orang
11. Negara-negara lainnya: 2,779 miliar.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgroqvLWjNcFZBgdGzt-KB9l9zVWfvY7m0qlOV2ICC3M076tWHF8CcJrA6gSDNXFjoKQoRjAtPMCK-bQnYMeSeQdyHAe72eW4I6D1al0r__RhuyT5LHqBtgvg26DF0iuWjqGM7Uw4WnRoE/s320/persentasi.png


Proyeksi penduduk dunia pada tahun 2025 meningkat tajam yaitu 8,012 miliar orang, dengan rincian:

1. China: 1,453 miliar orang
2. India: 1,431 miliar orang
3. AS: 359 juta orang
4. Indonesia: 263 juta orang dan lain-lain.

Bahkan hingga tahun 2050 jumlah penduduk dunia akan diproyeksikan akan menembus 9,150 miliar orang dimana jumlah penduduk China justru turun mencapai 1,417 miliar orang sedangkan India naik tajam 1,614 miliar orang disusul AS 404 juta orang, Indonesia 288 juta orang, Brasil 219 orang.




>> JUMLAH PENDUDUK INDONESIA MENURUT PENELITI LEMBAGA DEMOGRAFI UI, NURHADI WIYONO

Bersumber dari Kapanlagi.com yang di upload pada hari Kamis, 09 November 2006 17:08 menyatakan, Lembaga Demografi Universitas Indonesia memperkirakan jumlah penduduk Indonesia akan mencapai 273 juta pada tahun 2025 dengan pertumbuhan penduduk di bawah 1,5%.

"Perkiraan ini merupakan proyeksi optimis dari serangkaian survey yang telah dilakukan" kata Peneliti Lembaga Demografi UI, Nurhadi Wiyono, di Jakarta, Kamis.

Menurutnya, pertumbuhan penduduk Indonesia setiap tahunnya terus mengalami penurunan. Hasil survey Lembaga Demografi UI pertumbuhan penduduk tahun 2000-2005 mencapai 1,34% dan diperkirakan akan terus menurun menjadi 1,27% tahun 2005-2010, 1,18% tahun 2010-1015 dan 1,06% pada 2015-2020. Perkiraan pertumbuhan penduduk yang terus menurun ini didasarkan pada Survey Kependudukan dan Demografi Indonesia (SKDI) yang memperlihatkan semakin rendahnya tingkat kelahiran serta semakin meningkatnya masyarakat yang ikut serta dalam program KB.

"SKDI tahun 1997 menunjukan angka fertilitas total (angka kelahiran dari ibu di usia produktif pertahun) mencapai 2,78 per ibu. Pada tahun 2000 telah menurun menjadi 2,3 per ibu dan menurun lagi menjadi 2,2 pada tahun 2006" katanya.

Sedangkan untuk angka peserta KB justru meningkat dari sekitar 50% pada tahun 1997 meningkat menjadi 60% pada tahun 2003. Para peserta KB yang terus meningkat meskipun sejak krisis 1997 program ini kurang mendapatkan perhatian pemerintah seperti era Presiden Soeharto, menurut Nurhadi dikarenakan telah terjadinya pelembagaan KB dalam masyarakat sebagai akibat masyarakat yang semakin menyadari pentingnya keluarga kecil sejahtera. Selain itu, menurutnya semakin tingginya pendidikan serta mudahnya informasi yang diperoleh masyarakat juga mendorong tingginya keikutsertaan masyarakat dalam program KB. Beliau juga mengungkapkan bahwa Indonesia tidak akan terjadi lonjakan penduduk seperti yang diperkirakan para pengamat kependudukan lainnya.

"Dilihat dari hasil survey yang ada tidak akan ada lonjakan penduduk meskipun terjadi pertambahan jumlah absolut penduduk setiap tahunnya," demikian beliau menanggapi kekhawatiran beberapa pihak tentang lonjakan penduduk di Indonesia.

Sebelumnya, Dr Rahmat Santika, memperkirakan pada penghujung tahun 2009 atau akhir masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, bakalan terjadi ledakan penduduk di republik ini.

"Dengan asumsi jumlah peserta Keluarga Berencana (KB) di bawah 60% sesuai data BKKBN 2005, jumlah penduduk pada akhir 2009 diperkirakan mencapai 266 juta jiwa. Artinya, dalam lima tahun terakhir terjadi lonjakan 46 juta jiwa dibanding sekarang yang tercatat 220 juta jiwa. Berarti SBY menjadi Presiden pencetak jumlah penduduk terbanyak sepanjang sejarah," kata Rahmat Santika.

Bagaimana dengan pendapat Ketua Asia Pacific Council on Contraception (APCOC) Prof Biran Affandi? Beliau, usai membuka sidang APCOC di Kuala Lumpur, mengungkapkan penduduk Indonesia bisa mencapai 300 juta jiwa pada tahun 2025 jika program KB tak jalan sehingga dapat menimbulkan masalah serius baik di bidang ekonomi, sosial, politik dan budaya termasuk keamanan. Cukup memprihatinkan rupanya.

>> JUMLAH PENDUDUK INDONESIA MENURUT PRESIDEN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO

Bersumber dari Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga menyampaikan hal serupa. Beliau menyatakan Indonesia dengan jumlah penduduk 237, 6 juta jiwa menjadi negara dengan jumlah penduduk nomor empat terbesar di dunia, setelah Tiongkok, India, dan Amerika Serikat.

"Berdasarkan Sensus Penduduk 2010, jumlah penduduk Indonesia 237, 6 juta jiwa, atau bertambah 32,5 juta dari jumlah penduduk 2000," kata Presiden dalam Pidato Kenegaraan dalam rangka HUT ke-65 RI di Sidang Bersama DPR dan DPD di Jakarta, Senin (16/8).

Presiden mengatakan, jumlah penduduk yang makin besar tentu membawa tantangan untuk bekerja lebih keras dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat, menciptakan kesempatan kerja, menghilangkan kemiskinan, meningkatkan pendidikan dan kesehatan, meningkatkan infrastruktur, dan memberikan pelayanan publik.

"Kita harus bekerja lebih keras lagi untuk mencapai sasaran Millennium Development Goals (MDGs) yang telah kita sepakati," kata Presiden.

Ke depan kita harus sungguh mengelola pertumbuhan penduduk kita. Program Keluarga Berencana untuk menciptakan keluarga sehat dan sejahtera harus benar-benar berhasil.

Nah sekarang kita bahas mengenai faktor jumlah penduduk di Indonesia ini. Meskipun Indonesia memiliki begitu banyak penduduk dan dikategorikan peringkat 4 besar di dunia, namun kematian juga tak lepas dari kehidupan ini. Ada yang meninggal dunia namun juga ada yang lahir. Kita bahas detilnya, >>



DINAMIKA PENDUDUK INDONESIA :

Perkembangan Jumlah Penduduk Indonesia dalam Kaitannya dengan Perkembangan Penduduk Dunia. Jumlah penduduk suatu Negara atau wilayah dapat diketahui secara resmi dari publikasi hasil sensus penduduk.Jumlah penduduk pada suatu negara selalu mengalami perubahan yang disebabkan oleh faktor kelahiran, kematian dan migrasi atau perpindahan penduduk. Perubahan keadaan penduduk tersebut dinamakan dinamika penduduk. Dinamika atau perubahan penduduk cenderung kepada pertumbuhan.

Pertumbuhan penduduk ialah perkembangan jumlah penduduk suatu daerah atau negara. Jumlah penduduk suatu negara dapat diketahui melalui sensus, registrasi dan survei penduduk. Jumlah penduduk Indonesia sejak sensus pertama sampai dengan sensus terakhir jumlahnya terus bertambah. Sensus pertama dilaksanakan pada tahun 1930 oleh pemerintah Hindia Belanda. Sedangkan sensus yang pernah dilakukan oleh pemerintah Indonesia adalah pada tahun 1961, 1971, 1980, 1990 dan yang terakhir 2000. Sensus di Indonesia dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dan waktu pelaksanaan sensus di Indonesia diadakan sepuluh tahun sekali.

Perbandingan jumlah, kepadatan dan laju pertumbuhan penduduk Indonesia dengan beberapa negara lain :



a. Indonesia dengan Negara ASEAN

1. Jumlah penduduk : Indonesia menempati urutan pertama dalam kelompok negara ASEAN

2. Kepadatan penduduk : Indonesia berada pada urutan ke-5, yaitu 114 jiwa per km2, Singapura memiliki kepadatan penduduk paling tinggi dan Brunei Darussalam memiliki kepadatan penduduk terendah

3. Pada tahun 2005, laju perumbuhan penduduk Indonesia menempati urutan ke-6 (1,45% per tahun), setelah Laos (2,3% per tahun) Filipina (2,0% per tahun) Malaysia (1,80% per tahun), Brunei Darussalam (1,9% per tahun), Kamboja (1,8% per tahun) serta Singapura dan Thailand (0,8% per tahun

b. Indonesia dengan Negara-negara di Dunia

1. Jumlah penduduk Indonesia berada pada urutan ke-4 (215,27 ju ta jiwa), setelah Cina (1,306 milyar jiwa), India (1,068 milyar jiwa) dan Amerika Serkat (295 juta jiwa) pada tahun 2005.

2. Negara terpadat penduduknya adalah Macao (22.260 jiwa per km2), setelah itu Monako(16.135 jiwa per km2) dan Singapura (7.461 jiwa per km2). Indonesia memiliki kepadatan penduduk jauh di bawah ketiga negara tersebut, yaitu sebesar 341 jiwa per km

Di negara-negara ASEAN, beberapa negara pertumbuhan penduduknya masih tergolong tinggi. Akan tetapi secara keseluruhan persentase pertumbuhan penduduk telah mengalami penurunan dari tahun sebelumnya.

Jumlah dan Pertumbuhan Penduduk Negara Dunia Tahun 2005

Cina dan India adalah dua negara yang jumlah penduduknya terbesar, bukan hanya di Asia tetapi juga di dunia dan sudah berusaha menekan laju pertumbuhan penduduknya. Pertumbuhan penduduk di negara-negara Afrika dan Timur Tengah umumnya masih sangat tinggi dan berada di atas Indonesia serta negara Amerika Serikat, Eropa dan Rusia umumnya sangat kecil.



Unsur-Unsur Dinamika Penduduk

A. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Dinamika Penduduk

Jumlah penduduk dapat mengalami perubahan dari waktu ke waktu yaitu bertambah atau berkurang. Dinamika penduduk atau perubahan jumlah penduduk dipengaruhi oleh 3 (tiga) faktor yaitu :

a. Kelahiran (natalitas)
b. Kematian (mortalitas)
c. Migrasi (perpindahan)

Jumlah kelahiran dan kematian sangat menentukan dalam pertumbuhan penduduk Indonesia, oleh karena itu kita perlu mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kelahiran dan kematian.

Faktor Yang Menunjang Dan Menghambat Kelahiran (Natalitas) Di Indonesia Adalah Sebagai Berikut:

a. Penunjang Kelahiran (Pro Natalitas) antara lain :

1. Kawin usia muda
2. Pandangan “banyak anak banyak rezeki”
3. Anak menjadi harapan bagi orang tua sebagai pencari nafkah
4. Anak merupakan penentu status social
5. Anak merupakan penerus keturunan terutama anak laki-laki.

b. Penghambat Kelahiran (Anti Natalitas) antara lain :

1. Pelaksanan Program Keluarga Berencana (KB)
2. Penundaan usia perkawinan dengan alasan menyelesaikan pendidikan
3. Semakin banyak wanita karir.



Penggolongan angka kelahiran kasar (CBR) :

1. angka kelahiran rendah apabila kurang dari 30 per 1000 penduduk
2. angka kelahiran sedang, apabila antara 30 – 40 per 1000 penduduk
3. angka kelahiran tinggi, apabila lebih dari 40 per 1000 penduduk



Faktor Yang Menunjang Dan Menghambat Kematian (Mortalitas) Di Indonesia, Adalah Sebagai Berikut :

a. Penunjang Kematian (Pro Mortalitas) antara lain :

1. Rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan
2. Fasilitas kesehatan yang belum memadai
3. Keadaan gizi penduduk yang rendah
4. Terjadinya bencana alam seperti gunung meletus, gempa bumi, banjir
5. Peparangan, wabah penyakit, pembunuhan

b. Penghambat Kematian (Anti Mortalitas) antara lain :

1. Meningkatnya kesadaran penduduk akan pentingnya kesehatan
2. Fasilitas kesehatan yang memadai
3. Meningkatnya keadaan gizi penduduk
4. Memperbanyak tenaga medis seperti dokter, dan bidan



Penggolongan angka kelahiran kasar :

1. angka kematian rendah apabila kurang dari 10 per 1000 penduduk
2. angka kematian sedang, apabila antara 10 – 20 per 1000 penduduk
3. angka kematian tinggi, apabila lebih dari 20 per 1000 penduduk



B. Piramida Penduduk

Komposisi penduduk adalah struktur penduduk yang didasarkan atas kriteria tertentu, Seperti komposisi geografis, biologis dan sosial. Komposisi penduduk geografis didasarkan atas pemilahan karakteristik lokasi seperti penduduk perkotaan dan pedesaan. Komposisi penduduk biologis misalnya didasarkan atas usia dan jenis kelamin. Komposisi social didasarkan atas atribut social seperti status kawin,tingkat pendidikan dan matapencaharian.



Bentuk-bentuk Piramida Penduduk

Bentuk piramida penduduk dibadakan menjadi tiga macam yaitu :

1. Bentuk Limas (Expansive), menunjukkan jumlah penduduk usia muda lebih banyak dari  pada usia dewasa maupun tua, sehingga pertumbuhan penduduk sangat tinggi, contohnya: Indonesia, Filipina, Mesir, Nigeria, Brazil.
2. Bentuk Granat (Stationer), menunjukkan jumlah usia muda seimbang dengan usia dewasa, sehingga pertumbuhan penduduk kecil sekali, contohnya: Amerika Serikat, Belanda, Norwegia, Finlandia.
3. Bentuk Batu Nisan (Constructive), menunjukkan jumlah penduduk usia tua lebih besar dari pada usia muda, jumlah penduduk mengalami penurunan, contohnya: negara-negara yang baru dilanda perang.



Negara-negara berkembang pada umumnya memiliki piramida penduduk berbentuk limas, sedangkan negara-negara maju umumnya berbentuk granat atau batu nisan.

Ciri-ciri struktur penduduk pada tiap bentuk piramida :

1. Piramida Penduduk Expansif memiliki ciri-ciri :

1. Sebagian besar berada pada kelompok penduduk muda
2. Kelompok usia tua jumlahnya sedikit
3. Tingkat kelahiran bayi tinggi
4. Pertumbuhan penduduk tinggi

2. Piramida Penduduk Stasioner memiliki ciri-ciri :

a. Penduduk pada tiap kelompok umur hampir sama
b. Tingkat kelahiran rendah
c. Tingkat kematian rendah
d. Pertumbuhan penduduk mendekati nol atau lambat

3. Piramida Penduduk Constructive memiliki ciri-ciri :

a. Sebagian besar penduduk berada kelompok usia dewasa atau tua
b. Jumlah penduduk usia muda sangat sedikit
c. Tingkat kelahiran lebih rendah dibanding dengan tingkat kematian
d. Pertumbuhan penduduk terus berkurang



C. Ledakan Penduduk

Ledakan penduduk adalah suatu peristiwa kependudukan yang menunjukkan adanya peningkatan jumlah penduduk secara drastic dan pesat.Pertumbuhan penduduk di setiap negara akan berdampak pula terhadap pertumbuhan penduduk dunia secara keseluruhan. Menurut Perserikatan Bangsa – Bangsa (PBB) yang menangani masalah kependudukan melaporkan bahwa pada tahun 2003 jumlah penduduk dunia 6,3 milyar.

Menurut Thomas Robert Malthus dalam Essay on the Principle of Population (1798), dikatakan bahwa “ penduduk bertambah menurut deret ukur dan bahan makanan bertambah menurut deret hitung ”. Dengan demikian pertumbuhan penduduk lebih cepat dari pada produksi makanan yang dibutuhkan. Jika hal ini terus menerus dibiarkan maka akan terjadi ledakan penduduk. Ledakan penduduk sebagai akibat pertumbuhan penduduk yang cepat seperti itu memberikan dampak yang buruk bagi kehidupan sosial-ekonomi masyarakat dan hal inipun membuat pemerintah berusaha untuk mengatasinya ledakan penduduk tersebut.

a. Dampak Ledakan Penduduk antara lain :

1. Jumlah pengangguran semakin meningkat
2. Kekurangan pangan yang menyebabkan kelaparan dan gizi rendah
3. Kebutuhan pendidik, kesehatan dan perumahan sukar diperoleh
4. Terjadinya polusi dan kerusakan lingkungan
5. Tingkat kemiskinan semakin meningkat

b. Usaha mengatasi Ledakan Penduduk antara lain :

1. Memperluas lapangan kerja melalui industrialisasi
2. Melaksanakan program Keluarga Berencana (KB)
3. Meningkatkan produksi pangan sesuai kebutuhan penduduk
4. Melaksanakan program transmigrasi
5. Menambah sarana pendidikan dan perumahan sederhana



D. Migrasi Penduduk

Migrasi merupakan bagian dari mobilitas penduduk. Mobilitas penduduk adalah perpindahan penduduk dari suatu daerah ke daerah lain. Mobilitas penduduk ada yang bersifat nonpermanen (sementara) misalnya turisme baik nasional maupun internasional, dan ada pula mobilitas penduduk permanen (menetap). Mobilitas penduduk permanen disebut migrasi. Migrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu tempat ke tempat lain dengan melewati batas negara atau batas administrasi dengan tujuan untuk menetap.

1. Jenis-jenis Migrasi

Migrasi dapat terjadi di dalam satu negara maupun antarnegara. Berdasarkan hal tersebut, migrasi dapat dibagi atas dua golongan yaitu :

a. Migrasi Internasional, yaitu perpindahan penduduk dari suatu negara ke negara lainnya. Migrasi internasional dapat dibedakan atas tiga macam yaitu :

i) Imigrasi, yaitu masuknya penduduk dari suatu negara ke negara lain dengan tujuan menetap. Orang yang melakukan imigrasi disebut imigran

ii) Emigrasi, yaitu keluarnya penduduk dari suatu negara ke negara lain. Orang yang melakukan emigrasi disebut emigrant

iii) Remigrasi atau repatriasi, yaitu kembalinya imigran ke negara asalnya

b. Migrasi Nasional atau Internal, yaitu perpindahan penduduk di dalam satu negara. Migrasi nasional /internal terdiri atas beberapa jenis, yaitu sebagai berikut :

i) Urbanisasi, yaitu perpindahan dari desa ke kota dengan tujuan menetap. Terjadinya urbanisasi disebabkan oleh beberapa faktor antara lain sebagai berikut :

(1) Ingin mencari pekerjaan, karena di kota lebih banyak lapangan kerja dan upahnya tinggi
(2) Ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi
(3) Ingin mencari pengalaman di kota
(4) Ingin lebih banyak mendapatkan hiburan dan sebagainya

ii) Transmigrasi, yaitu perpindahan penduduk dari pulau yang padat penduduk ke pulau yang jarang penduduknya di dalam wilayah republik Indonesia. Transmigrasi pertama kali dilakukan di Indonesia pada tahun 1905 oleh pemerintah Belanda yang dikenal dengan nama kolonisasi. Berdasarkan pelaksanaannya, transmigrasi di Indonesia dapat dibedakan atas :

(1) Transmigrasi Khusus, yaitu transmigrasi yang dilaksanakan degan tujuan tertentu, seperti penduduk yang terkena bencana alam dan daerah yang terkena pembangunan proyek
(2) Transmigrasi Spontan (swakarsa), yaitu transmigrasi yang dilakukan oleh seseorang atas kemauan dan biaya sendiri
(3) Transmigrasi Lokal, yaitu transmigrasi dari suatu daerah ke daerah yang lain dalam propinsi atau pulau yang sama
(4) Transmigrasi Umum, yaitu transmigrasi yang dilaksanakan dan dibiayai oleh pemerintah

iii) Ruralisasi, yaitu perpindahan penduduk dari kota ke desa dengan tujuan menetap.

Ruralisasi merupakan kebalikan dari urbanisasi.



Selain jenis migrasi yang disebutkan di atas, terdapat jenis migrasi yang disebut evakuasi. Evakuasi adalah perpindahan penduduk yang yang terjadi karena adanya ancaman akibat bahaya perang, bencana alam dan sebagainya. Evakuasi dapat bersifat nasional maupun internasional.



2. Faktor-faktor Penyebab Terjadinya Migrasi

Secara umum faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya migrasi, adalah sebagai berikut :

a. Faktor ekonomi, yaitu ingin mencari kehidupan yang lebih baik di tempat yang baru
b. Faktor keselamatan, yaitu ingin menyelamatkan diri dari bencana alam seperti tanah longsor, gempa bumi, banjir, gunung meletus dan bencana alam lainnya
c. Faktor keamanan, yaitu migrasi yang terjadi akibat adanya gangguan keamanan seperti peperangan, dan konflik antar kelompok
d. Faktor politik, yaitu migrasi yang terjadi oleh adanya perbedaan politik di antara warga masyarakat seperti RRC dan Uni Soviet (Rusia) yang berfaham komunis
e. Faktor agama, yaitu migrasi yang terjadi karena perbedaan agama, misalnya terjadi antara Pakistan dan India setelah memperoleh kemerdekaan dari Inggris
f. Faktor kepentingan pembangunan, yaitu migrasi yang terjadi karena daerahnya terkena proyek pembangunan seperti pembangunan bendungan untuk irigasi dan PLTA
g. Faktor pendidikan, yaitu migrasi yang terjadi karena ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi



3. Dampak Migrasi Penduduk

Migrasi penduduk baik internal atau nasional maupun eksternal atau internasional masing-masing memiliki dampak positif dan negatif terhadap daerah asal maupun daerah tujuan.



a. Dampak Positif Migrasi Internasional antara lain :

v Dampak Positif Imigrasi

1. Adanya penanaman modal asing yang dapat mempercepat pembangunan
2. Adanya pengenalan ilmu dan teknologi dapat mempercepat alih teknologi
3. Dapat menambah rasa solidaritas antarbangsa
4. Dapat membantu memenuhi kekurangan tenaga ahli



v Dampak Positif Emigrasi

1. Dapat mengurangi ketergantungan tenaga ahli dari luar negeri, terutama orang yang belajar ke luar negeri dan kembali ke negara asalnya
2. Dapat memeperkenalkan kebudayaan ke bangsa lain
3. Dapat menambah devisa bagi negara terutama dari penukaran mata uang asing


b. Dampak Positif Migrasi Nasional antara lain :

v Dampak Positif Transmigrasi

1. Dapat mempercepat pemerataan persebaran penduduk
2. Dapat meningkatkan produksi pertanian seperti perluasan perkebunan kelapa sawit, karet, coklat dan lain-lain
3. Dapat mengurangi pengangguran bagi daerah yang padat penduduknya
4. Dapat memenuhi kekurangan tenaga kerja di daerah tujuan transmigrasi
5. Dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat terutama transmigran

v Dampak Positif Urbanisasi

1. Dapat memenuhi kebutuhan tenaga kerja di kota
2. Mengurangi jumlah pengangguran di desa
3. Meningkatkan taraf hidup penduduk desa
4. Kesempatan membuka usaha-usaha baru di kota semakin luas
5. Perekonomian di kota semakin berkembang



c. Dampak Negatif Migrasi Internasional antara lain :

v Dampak Negatif Imigrasi

1. Imigran yang masuk adakalanya di antara mereka memiliki tujuan yang kurang baik seperti pengedar narkoba, bertujuan politik, dan lain-lain.
2. Masuknya budaya asing yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa

v Dampak Negatif Emigrasi

1. Emigran tidak resmi dapat memperburuk citra negaranya.
2. Kekurangan tenaga terampil dan ahli bagi negara yang ditinggalkan



d. Dampak Negatif Migrasi Nasional antara lain :

v Dampak Negatif Transmigrasi

1. Terbengkalainya tanah pertanian di daerah trasmigrasi karena transmigran tidak betah dan kembali ke daerah asalnya

2. Adanya kecemburuan sosial antara masyarakat setempat dengan para transmigran

v Dampak Negatif Urbanisasi

1. Produktivitas pertanian di desa menurun
2. Meningkatnya tindak kriminalitas di kota
3. Meningkatnya pengangguran di kota
4. Timbulnya pemukiman kumuh akibat sulitnya mencari perumahan
5. Lalu lintas di kota sangat padat, sehingga sering menimbulkan kemacetan lalu lintas.
6. Berkurangnya tenaga terampil dan terdidik di desa



e. Usaha-usaha untuk Menanggulangi Permasalahan Migrasi

Beberapa usaha pemerintah untuk menanggulangi permasalahan migrasi, adalah sebagai berikut :

1. Persebaran pembangunan industri sampai ke daerah-daerah

2. Peningkatan pendapatan masyarakat desa melalui intensifikasi dan Koperasi Unit Desa

3. Pembangunan fasilitas yang lebih lengkap seperti pendidikan dan kesehatan

4. Pembangunan jaringan jalan sampai ke desa-desa sehingga hubungan antara desa dan kota menjadi lancar

5. Meningkatkan penyuluhan program Keluarga Berencana untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk di pedesaan.



4. Faktor Pendorong & Penarik Migrasi

Pada dasarnya ada dua pengelompokan faktor-faktor yang menyebabkan seseorang melakukan migrasi, yaitu faktor pendorong (push factor) dan faktor penarik (pull factor).



Faktor-faktor pendorong (push factor) antara lain adalah:

Ø Makin berkurangnya sumber-sumber kehidupan seperti menurunnya daya dukung lingkungan, menurunnya permintaan atas barang-barang tertentu yang bahan bakunya makin susah diperoleh seperti hasil tambang, kayu, atau bahan dari pertanian.

Ø Menyempitnya lapangan pekerjaan di tempat asal (misalnya tanah untuk pertanian di wilayah perdesaan yang makin menyempit).

Ø Adanya tekanan-tekanan seperti politik, agama, dan suku, sehingga mengganggu hak asasi penduduk di daerah asal.

Ø Alasan pendidikan, pekerjaan atau perkawinan.

Ø Bencana alam seperti banjir, kebakaran, gempa bumi, tsunami, musim kemarau panjang atau adanya wabah penyakit.



Faktor-faktor penarik (pull factor) antara lain adalah:

Ø Adanya harapan akan memperoleh kesempatan untuk memperbaikan taraf hidup.

Ø Adanya kesempatan untuk memperoleh pendidikan yang lebih baik.

Ø Keadaan lingkungan dan keadaan hidup yang menyenangkan, misalnya iklim, perumahan, sekolah dan fasilitas-fasilitas publik lainnya.

Ø Adanya aktivitas-aktivitas di kota besar, tempat-tempat hiburan, pusat kebudayaan sebagai daya tarik bagi orang-orang daerah lain untuk bermukim di kota besar.



Dinamika Penduduk kaitannya dengan Perencanaan Pembangunan Daerah

Kebijakan kependudukan dan program pembangunan sosial dan ekonomi yang dilaksanakan Indonesia selama tiga dekade yang lalu telah berhasil menurunkan angka kelahiran dan kematian sehingga mampu menghambat laju pertumbuhan penduduk dari 2,3% pada periode 1971-1980 menjadi 1,4% per tahun pada periode 1990-2000. Walaupun demikian, jumlah penduduk Indonesia masih akan terus bertambah. Di daerah yang pertumbuhan penduduknya telah menurun, terjadi perubahan struktur umur penduduk yang ditandai dengan penurunan proporsi anak-anak usia di bawah 15 tahun disertai dengan peningkatan pesat proporsi penduduk usia kerja dan peningkatan proporsi penduduk usia lanjut (lansia) secara perlahan.

Sedangkan di daerah yang tingkat pertumbuhan penduduknya masih tinggi, proporsi penduduk usia 0-14 tahun masih besar sehingga memerlukan investasi sosial dan ekonomi yang besar pula untuk penyediaan sarana tumbuh kembang, termasuk pendidikan dan kesehatan.

Daerah yang berhasil menekan laju pertumbuhan penduduk menghadapi tantangan baru dimana peningkatan yang pesat dari proporsi penduduk usia kerja akan berdampak pada tuntutan perluasan kesempatan kerja. Disamping itu telah terjadi pergeseran permintaan tenaga kerja dengan penguasaan teknologi dan matematika, yang mampu berkomunikasi, serta mempunyai daya saing tinggi di era globalisasi. Kesemuanya ini berkaitan dengan program bagaimana menyiapkan calon pekerja agar mempunyai kualitas tinggi, dengan ketrampilan yang memadai.

Saat ini setiap tahunnya terjadi kelahiran sekitar 4,5 juta bayi. Bayi-bayi ini akan berkembang dan mempunyai kebutuhan yang berbeda sesuai dengan peningkatan usianya. Pada saat ini dari 100 persen anak-anak yang masuk sekolah dasar, 50% diantaranya tidak dapat melanjutkan ke jenjang sekolah yang lebih tinggi setelah lulus SMP. Mereka akan putus sekolah dan menuntut pekerjaan padahal tidak mempunyai ketrampilan yang memadai. Sempitnya lapangan kerja membuat para pemuda-pemudi putus sekolah menciptakan pekerjaannya sendiri di sektor informal.

Pertumbuhan penduduk, kualitas sumber daya manusia (SDM) yang rendah, dan sempitnya kesempatan kerja merupakan akar permasalahan kemiskinan. Jadi aspek demografis mempunyai kaitan erat dengan masalah kemiskinan yang dihadapi di Indonesia pada saat ini. Daerah miskin sering ditinggalkan penduduknya untuk bermigrasi ke tempat lain dengan alasan mencari kerja. Mereka dapat berpindah secara permanen, menjadi migran ulang-alik, menjadi migran sirkuler yakni bekerja di tempat lain dan pulang ke rumahnya sekali dalam beberapa minggu atau beberapa bulan, atau menjadi migran musiman, misalnya bekerja di kota setelah musim tanam dan musim panen.

Kemiskinan berkaitan erat dengan kemampuan mengakses pelayanan kesehatan serta pemenuhan kebutuhan gizi dan kalori. Dengan demikian penyakit masyarakat umumnya berkaitan dengan penyakit menular, seperti diare, penyakit lever, dan TBC. Selain itu, masyarakat juga menderita penyakit kekurangan gizi termasuk busung lapar, anemi terutama pada bayi, anak-anak, dan ibu hamil. Kematian bayi adalah konsekuensi dari penyakit yang ditimbulkan karena kemiskinan ini (kekurangan gizi menyebabkan bayi rentan terhadap infeksi).

Keluarga mempunyai tanggung jawab terhadap pemenuhan kebutuhan pelayanan dasar anggotanya seperti pendidikan, kesehatan, dan lingkungan hidup. Oleh karenanya diperlukan pemberdayaan keluarga terutama melalui peningkatan akses terhadap informasi tentang permasalahan ini.

Kesimpulannya adalah bahwa pertumbuhan penduduk berkaitan dengan kemiskinan dan kesejahteraan masyarakat. Pengetahuan tentang aspek-aspek dan komponen demografi seperti fertilitas, mortalitas, morbiditas, migrasi, ketenagakerjaan, perkawinan, dan aspek keluarga dan rumah tangga akan membantu para penentu kebijakan dan perencana program untuk dapat mengembangkan program pembangunan kependudukan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat yang tepat sasaran



SUMBER :

1. http://www.detikfinance.com/read/2010/04/29/143103/1347868/4/terbesar-ke-4-di-dunia-penduduk-ri-diperkirakan-capai-235-juta?f9911013

2. http://www.indonesia.go.id/id/index.php?option=com_content&task=view&id=12587&Itemid=701

3. http://archive.kaskus.us/thread/3989971

4. https://secure.wikimedia.org/wikipedia/id/wiki/Indonesia

5. http://www.starberita.com/index.php?option=com_content&view=article&id=11740:penduduk-indonesia-terbesar-ke-4-di-dunia&catid=158:sosial&Itemid=391

6. http://metrotvnews.com/index.php/metromain/news/2010/08/16/26218/Penduduk-Indonesia-Terbesar-Keempat-di-Dunia

7. http://mgmpipsbanyumas.net46.net/index2.php?option=com_content&do_pdf=1&id=20

8. http://sytisahdina.blogspot.com/2010/07/dinamika-penduduk.html

9. http://berita.kapanlagi.com/pernik/penduduk-indonesia-capai-273-juta-pada-2005-26glfj8.htmlPernik 

AKTUALISASI WAWASAN DAN KEBANGSAAN

KATA PENGANTAR

Puji syukur saya ucapkan atas kehadirat Allah SWT, karena dengan rahmat dan kerunia-Nya saya masih diberi kesempatan menyelesaikan masalah ini. Tidak lupa saya ucapkan kepada dosen mata kuliah pendidikan kewarganegaraan saya dan teman-teman yang telah menberikan dukungan menyelesaikan makalah ini.
            Dalam rangka pembelajaran tentang matakuliah “Pendidikan kewarganegaraan” banyak terdapat pembahasan-pembahasan yang bertujuan menambah ilmu individu. Antaranya, tentang “Aktualisasi Wawasan Kebangsaan dalam Era Globalisasi”. Karena pada dasarnya manusia yang semakin beranjak dewasa akan mengalami doktrin-doktrin tentang kebeneran (berbangsa) dari ideology yang bersifat (benar).
            Maka dari itu, saya berharap agar bapak pembimbing matakuliah ini dapat membimbing saya apabila banyak kekurangan dari makalah yang saya buat, oleh sebab itu saya sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun. Dan semoga dengan selesainya makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan temen-teman. Amin.

















DAFTAR ISI
Kata pengantar
Daftar isi
Bab I. PENDAHULUAN
i.                  Latar belakang
ii.                 Tujuan
iii.                Ruang lingkup
Bab II. ISI
i.                  Lahirnya paham kebangsaan
ii.                 Pengetahuan wawasan kebangsaan
iii.                Rasa kebangsaan
iv.                Semangat kebangsaan
v.                 Integrasi nasional
Bab III. PENUTUP
i.                   Kesimpulan
ii.                  Saran
Daftar Pusaka

          










BAB I.
PENDAHULUAN.
i. LATAR BELAKANG
Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 merupakan tonggak sejarah yang fundamental berdirinya NKRI yang tidak dapat dilupakan oleh segenap Bangsa Indonesia yang mewujudkan Wawasan Kebangsaan bagi perjuangan menuju kemerdekaan RI.
Secara garis besar Wawasan Kebangsaan memiiki tiga komponen utama, yaitu Rasa Kebangsaan, Faham Kebangsaan, dan Semangat Kebangsaan. Dimana ketiganya harus dibina secara berlanjut, mengingat letak kekuatan penangkalannya justru di dalam ke-sinergiannya.
Pembinaan Wawasan Kebangsaan tidak boleh berjalan sendirian tanpa didampingi oleh pembinaan karakter. Rasa kebangsaan yang kuat mendorong munculnya satu kebanggan luar biasa menjadi anggota masyarakat bangsa yang bersangkutan. Pembinaan Wawasan Kebangsaan akan terwujud dengan meningkatkan integrasi Nasional.
Semangat kebangsaan atau Nasionalisme mewujud di atas landasan rasa kebangsaan dan faham kebangsaan. Nasionalisme merupakan manifestasi dari Bela Negara dan Bangsa. Bela Negara dan Bangsa adalah tidak lain dari membela kepentingan Negara dan bangsa, yaitu: Tetap tegaknya NKRI, tetap berlangsungnya pemberdayaan masyarakat, dan terwujudnya system otonomi dengan perimbangan pusat dan daerah yang setepat-tepatnya.
Kehidupan global diwarnai oleh profesionalisme dan cepatnya arus transformasi yang disebabkan kemajuan teknologi yang menyebabkan semakin transparannya hubungan antar bangsa-bangsa di dunia.




ii. TUJUAN.
            Adapun maksud dan tujuan pembuatan makalah ini yaitu untuk memberi pengetahuan dan wawasan agar kita dapat memahami tentang sejarah kemerdekaan bangsa Indonesia yang didasari dari rasa kebangsaan kaum pemuda. Wawasan kebangsaan, rasa kebangsaan, faham kebangsaan, dan semangat kebangsaan haruslah ditanamkan sejak dini agar kedepannya kita biasa menuju kenegara yang adil dan “ Benar-benar merdeka”.



iii. RUANG LINGKUP
Pemahaman-pemahaman tentang:
1.      Paham kebangsaan
2.      Rasa kebangsaan
3.      Semangat kebangsaan
4.      Integrasi nasional










BAB II. Isi.
Lahirnya Paham Kebangsaan Indonesia
1.     Sejarah Perjuangan Bangsa Indonesia
Bangsa Indonesia dijajah oleh bangsa asing sampai dengan tahun 1945. Bangsa-bangsa yang pernah menjajah di wilayah nusantara adalah Portugis, Belanda, Inggris dan Jepang. Perjuangan Bangsa Indonesia melawan penjajah telah dimulai sejak wilayah nusantara masih berupa kerajaan-kerajaan, namun perlawanan waktu itu masih bersifat kedaerahan.
Selama penjajahan peristiwa yang menonjol adalah tahun 1908 yang dikenal sebagai Gerakan Kebangkitan Nasional Pertama, yaitu lahirnya organisasi pergerakan Budi Utomo yang dipelopori oleh Dr. Sutomo Dan Dr. Wahidin Sudirohusodo, Dan 20 tahun kemudian pada tanggal 28 Oktober 1928 ditandai dengan lahirnya Sumpah Pemuda sebagai titik awal dari kesadaran masyarakat untuk berbangsa Indonesia, dimana putra putri bangsa Indonesia berikrar : “BERBANGSA SATU, BERTANAH AIR SATU, DAN BERBAHASA SATU : INDONESIA”. Pernyataan ikrar ini mempunyai nilai dan tujuan yang sangat strategis di masa depan yaitu persatuan dan kesatuan Indonesia. Niiai yang terkandung  didalamnya antara lain harga diri, solidaritas, persatuan dan kesatuan, serta jati diri bangsa.

2.      Kebangkitan Nasional 20 Mei 1908
Kebangkitan nasional Bangsa Indonesia ditandai dengan berdirinya organisasi Boedi Oetomo yaitu sebuah organisasi pemuda yang didirikan oleh Dr. Sutomo dan para mahasiswa STOVIA seperti Goenawan Mangoenkoesoemo dan Soeraji pada tanggal 20 Mei 1908. Organisasi ini digagas oleh Dr. Wahidin Sudirohusodo. Organisasi ini bersifat sosial, ekonomi, dan kebudayaan tetapi tidak bersifat politik. Berdirinya Budi Utomo menjadi awal gerakan yang bertujuan mencapai kemerdekaan Indonesia walaupun pada saat itu organisasi ini awalnya hanya ditujukan bagi golongan berpendidikan Jawa. Saat ini tanggal berdirinya Budi Utomo, 20 Mei, diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional.
Pada mulanya, Budi Utomo bukan organisasi politik, kegiatannya terpusat pada bidang sosial budaya, namun sejak tahun 1915, Budi Utomo mulai bergerak di bidang politik. Pada tahun 1929, Budi Utomo masuk menjadi anggota PPPKI (Perhimpunan-Perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia).Pada tahun 1935, Budi Utomo bergabung dengan PBI (Persatuan Bangsa Indonesia) yang dipimpin oleh Soetomo. Penggabungan (Fusi) Itu membentuk organisasi baru bernama Parindra (Partai Indonesia Raya).
Sepuluh tahun pertama Budi Utomo mengalami beberapa kali pergantian pemimpin organisasi. Kebanyakan memang para pemimpin berasal kalangan "priyayi" atau para bangsawan dari kalangan keraton, seperti Raden Adipati Tirtokoesoemo, bekas BupatiKaranganyar (presiden pertama Budi Utomo), dan Pangeran Ario Noto Dirodjo dariKeraton Pakualaman.

3.     Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928
Sumpah  Pemuda  yang  dicetuskan  tanggal  28  Oktober  1928.  Persatuan  dan  kesatuan  Sumpah  Pemuda  dapat  memberikan  ide/gagasan  atau membimbing generasi yang akan datang untuk tetap tegaknya negara kesatuan RI. Nilai-nilai  Sumpah  Pemuda  perlu  diterapkan  dalam  kehidupan  sehari-hari dengan memahami  dan  menyadari kemajemukan (keanekaragaman) masyarakat  Indonesia, misalnya tidak boleh membeda-bedakan teman berdasarkan suku bangsa, Agama dan menggunakanBahasa Indonesia dalam pergaulan sehari-hari dengan baik dan benar.
Sumpah  Pemuda  sebagai  tonggak  Penegas  Persatuan  bangsa  Indonesia  dapat mencegah perpecahan bangsa, sebab tanpa persatuan dan kesatuan, apapun yang dicita-citakan oleh negara dan bangsa sulit untuk berhasil.
Kita ketahui bahwa Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 adalah cerminan dari tekad dan ikrar para Pemuda, Pelajar dan Mahasiswa. Pada saat itu mereka tidak membeda-bedakan suku, pulau, dan organisasi mana, karena tekad mereka ingin bersatu untuk merebut Kemerdekaan dari para penjajah. Semangat persatuan pada waktu itu sangat menonjol, mereka bertekad hidup atau mati dan tiada jalan lain untuk merebut kemerdekaan kecuali bersatu padu. Hasil dari tekad dan ikrar para pemuda yaitu pernyataan Sumpah Pemuda yang menyatakan bahwa :
1.      Kami putra putri Indonesia mengaku, bertumpah darah yang satu, tanah airIndonesia.
2.      Kami putra putri  Indonesia mengaku, berbangsa satu bangsa Indonesia.
3.      Kami  putra  putri  Indonesia  mengaku,  menjunjung  bahasa  persatuan  bahasa Indonesia.
Ketiga keputusan tersebut dipatuhi oleh semua perkumpulan kebangsaan Indonesia. Keyakinan persatuan Indonesia diperkuat dengan memperhatikan dasar persatuan, yaitu Kemauan, Sejarah, Bahasa, Hukum adat dan Pendidikan.
Adapun makna Sumpah Pemuda menjadi tonggak penegas yang sangat penting dalam sejarah  atau  lebih  jelasnya,  bahwa  kita  wajib  menjujung  tinggi  persatuan Indonesia berdasarkan prinsip Bhinneka Tunggal Ika. Kita bangga bertanah air, berbangsa dan berbahasa Indonesia; Karena itu kita wajib mencintai tanah air,bangsa dan bahasa Indonesia.


Pengertian wawasan kebangsaan.
Istilah Wawasan Kebangsaan terdiri dari dua suku kata yaitu “Wawasan” dan “Kebangsaan” dan secara etimologi istilah wawasan berarti hasil mewawas, tinjauan, pandangan dan dapat juga berarti konsepsi cara pandang (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1989). Wawasan Kebangsaan sangat identik dengan Wawasan Nusantara yaitu cara pandang bangsa Indonesia dalam mencapai tujuan nasional yang mencakup perwujudan kepulauan nusantara sebagai kesatuan politik, sosial budaya, ekonomi dan pertahanan keamanan, serta mengenai diri dan lingkungan berdasarkan ide nasional yang dilandasi Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, sebagai aspirasi suatu bangsa yang merdeka, berdaulat, dan bermartabat serta dijiwai tata hidup dan tindak kebijaksanaan dalam mencapai tujuan nasional sehingga kesejahteraan dapat diwujudkan bagi bangsa Indonesia dan bisa ikut dalam setiap kegiatan ketertiban dunia.

Menurut Prof. Muladi Gubernur Lemhannas RI, beliau meyampaikan bahwa wawasan kebangsaan adalah cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya , mengutamakan kesatuan dan persatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Kesatuan atau integrasi nasional bersifat cultural dan tidak hanya bernuansa structural mengandung satu kesatuan ideology, kesatuan politik, kesatuan social budaya, kesatuan ekonomi dan kesatuan pertahanan dan keamanan

Wawasan adalah kemampuan untuk memahami cara memandang sesuatu konsep tertentu yang direfleksikan dalam perilaku tertentu sesuai dengan konsep atau pokok pikiran yang terkandung di dalamnya. Kebangsaan berasal dari kata bangsa yang mengandung arti ciri yang menandai golongan bangsa tertentu dan mengandung arti kesadaran diri sebagai warga dari suatu negara (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1989), sehingga kebangsaan adalah tindak tanduk kesadaran dan sikap yang memandang diri sebagai suatu kelompok bangsa yang sama dengan keterikatan sosio-kultural yang disepakati bersama.


Disamping itu wawasan kebangsaan adalah suatu wawasan yang mementingkan kesepakatan, kesejahteraan, kelemahan dan keamanan bangsa sebagai titik tolak dalam berfalsafah berencana dan bertindak. Wawasan kebangsaan dapat juga diartikan sebagai sudut pandang/cara memandang yang mengandung kemampuan seseorang atau kelompok orang untuk memahami keberadaan jati diri sebagai suatu bangsa dalam memandang dirinya dan bertingkah laku sesuai falsafah hidup bangsa dalam lingkungan internal dan lingkungan eksternal. Wawasan kebangsaan menentukan cara bangsa mendayagunakan kondisi geografis negara, sejarah, sosio-budaya, ekonomi dan politik serta pertahanan keamanan dalam mencapai cita-cita dan menjamin kepentingan nasional. Wawasan kebangsaan menentukan bangsa menempatkan diri dalam tata berhubungan dengan sesama bangsa dan dalam pergaulan dengan bangsa lain di dunia internasional. Wawasan kebangsaan mengandung komitmen dan semangat persatuan untuk menjamin keberadaan dan peningkatan kualitas kehidupan bangsa dan menghendaki pengetahuan yang memadai tentang tantangan masa kini dan masa mendatang serta berbagai potensi bangsa.

Komponen utama dari Wawasan Kebangsaan :
Ada tiga komponen utama dari Wawasan Kebangsaan, yaitu Rasa Kebangsaan, Faham Kebangsaan, dan Semangat Kebangsaan. Dimana semuanya harus berjalan secara bertahap atau berlanjutan, agar semuanya dapat berjalan sesuai dengan harapan kita bersama.
Rasa Kebangsaan
Rasa kebangsaan sebenarnya merupakan sublimasi dari Sumpah Pemuda yang menyatukan tekad menjadi bangsa yang kuat, dihormati dan disegani diantara bangsa-bangsa di dunia. Kita tidak akan pernah menjadi bangsa yang kuat atau besar, manakala kita secara individu maupun kolektif tidak merasa memiliki bangsanya.Rasa kebangsaan adalah suatu perasaan rakyat, masyarakat dan bangsa terhadap kondisi bangsa Indonesia dalam perjalanan hidupnya menuju cita-cita bangsa yaitu masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Kita sering membaca dan mendengar melalui media massa baik elektronik maupun cetak bahwa banyak orang menyampaikan pendapatnya sesuai dengan cara pikiran mereka masing-masing namun jarang sekali di temukan yang dapat memecahkan masalah.
Semangat Kebangsaan
Semangat Kebangsaan adalah perpaduan atau sinergi dari rasa kebangsaan dan paham kebangsaan. Kondisi semangat Kebangsaan atau nasionalisme suatu bangsa akan terpancar dari kualitas dan ketangguhan bangsa tersebut dalam menghadapi berbagai ancaman. Sebagai contoh, kita lihat beberapa negara dunia ketiga atau negara berkembang yang terkena sanksi embargo dari Dewan Keamanan PBB, nyatanya mereka sampai sekarang masih tetap bertahan dan mampu hidup, karena bangsa tersebut memiliki semangat Kebangsaan yang mantap. Berbicara Semangat Kebangsaan, kita tidak boleh lepas dari sejarah bangsa, antara lain Peristiwa 10 Nopember 1945 di Surabaya dan Peristiwa 15 Desember 1945 di Ambarawa, dimana Semangat kebangsaan diwujudkan dalam semboyan “Merdeka atau Mati”. Semangat Kebangsaan merupakan motivasi untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Pancasila sebagai dasar negaranya. Motivasi tersebut bagi seorang prajurit TNI harus dibentuk, dipelihara dan dimantapkan sehingga seorang prajurit akan rela mati demi NKRI. Kita sadar betul bahwa kondisi bangsa yang pluralisme atau kebhinekaan memerlukan suatu pengelolaan yang baik, sehingga tidak menjadi ancaman bagi keutuhan dan kesatuan bangsa. Dan rasa kesetiakawanan sosial akan mempertebal semangat kebangsaan suatu bangsa. Kesetiakawanan sosial, mengandung makna adanya rasa satu nasib dan sepenanggungan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Hadirnya rasa kepedulian terhadap sesama anak bangsa bagi mereka yang mengalami kesulitan akan mewujudkan suatu rasa kebersamaan sesama bangsa.




Integrasi  nasional
            Integrasi  nasional  pada  hakikatnya  adalah  bersatunya  suatu  bangsa  yang  menempati  wilayah  tertentu dalam  sebuah  negara  yang  berdaulat.  Dalam  rea!itas  integrasi  nasional  dapat  dilihat  dari  aspek  politik,  lazim disebut  integrasi  politik,  aspek  ekonomi  (integrasi  ekonomi,saling  ketergantungan  ekonomi  antardaerah  yang  bekerjasarna  secara  sinergjs),  dan  aspek  sosial  budaya  (integrasi sosial  budaya,  hubungan  antara  suku,  lapisan  dan golongan).
Secara  umum  integrasi  nasional  mencerminkan proses  persatuan  orang-orang  dari  berbagai  wilayah  yang berbeda,  atau  memiliki  berbagai  perbedaan  baik  etnisitas, sosial  budaya,  atau  latar  belakang  ekonomi,  menjadi  satu bangsa  (nation)  terutama  karena  pengalaman  sejarah  dan politik  yang  relatif  sarna  (Drake,  1989:16).  Selanjutnya, dalam  menjalani  proses  pembentukan  sebagai  satu bangsa  berbagai  suku  bangsa  in!  sebenarnya  mencitacitakan  suatu  masyarakat  baru,  yaitu  sebuah  masyarakat politik  yang  dibayangkan  (imagined  political  community) akan  memiliki  rasa  persaudaraan  dan  solidaritas  yang kental,  memiliki identitas  kebangsaan  dan  wilayah kebangsaan  yang  jelas  serta  memiliki  kekuasaan memerintah  (Anderson,  1983:15-16).  Dalam  tataran integrasi  politik  terdapat  dimensi  yang  bersifat  vertical menyangkut  hubungan  elit  dan  massa,  baik  antara  elit politik  dengan  massa  pengikut,  atau  antara  penguasa  dan rakyat  guna  menjembatani  celah  perbedaan  dalam  rangka pengembangan  proses  politik  yang  partisipatif,  dan dimensi  horisontal,  yaitu  hubungan  yang  berkaitan  dengan masalah  teritorial  (Sjamsuddin,  1989:2).
Sikap yang harus kita ambil sebagai Warga Negara dalam menghadapi Era Globalisasi :
Kita sebagai Warga Negara harus dapat menumbuh kembangkan terus pengertian Wawasan Kebangsaan sebagai alat pemersatu bangsa dalam kehidupan sehari-hari di tengah-tengah rakyat, walaupun latar belakang suku, agama, ras dan adat istiadat yang berbeda. hayati dan pahami secara utuh tentang butir-butir dari Wawasan Kebangsaan yaitu; rasa kebangsaan, paham kebangsaan dan semangat kebangsaan yang merupakan jiwa bangsa Indonesia dan pendorong tercapainya cita-cita bangsa. dapat dijadikan sumber motivasi dalam mempersatukan bangsa sehingga terhindar dari diisintegrasi bangsa. Kita semua mengharapkan bahwa kebersamaan dan kesetaraan serta persatuan dan kesatuan bangsa segera terwujud, demi tercapainya cita-cita bangsa.
Dan untuk menghadapi era globalisasi ini kita sebagai Warga Negara harus bersatu untuk mempertahankan apa yang sudah ada sekarang agar tidak hilang dan mengembangkan segala sesuatunya agar Indonesia dapat bertahan serta kuat menghadapi era globalisasi.


BAB III.
PENUTUP.
1.      Kesimpulan.
Penjajahan yang terjadi selama beberapa abad di bumi Nusantara ini memang begitu menyedihkan, nenek moyang kita yang telah lama hidup dan memiliki keturunan di daerah asalnya dipaksa harus bekerja keras demi kemakmuran Negara lain. Kelaparan, kemiskinan, kebodohan akibat dari penjajahan tersebut telah mendarah daging karena tujuh generasi lebih masa penjajah (belanda,jepang).
Namun bangsa ini tidak tinggal diam begitu saja banyak perlawanan dari rakyat dan kerajaan-kerajaan, tetapi selalu menemui kegagalan. Sekian tahun dan pada mulai abad ke-20 lah bangsa ini mulai sadar kenapa kegagal it uterus terulang, yaitu karena tidak adanya rasa persatuan. Dan pada tanggal 28 oktober 1928, diawali dengan SUMPAH PEMUDA sebagai tonggaknya, masyarakat Indonesia berikrar “BERBANGSA SATU, BERTANAH AIR SATU, DAN BERBAHASA SATU : INDONESIA”.
Maka gejolak rasa ingin lepas dari penjajahan ini terus bergetar dijantung seluruh rakyat Indonesia. Cukup lama mempersatukan rakyak, akhirnya Soekaro-Hatta berhasil membacakan Proklamasi pada tanggal 17 AGUSTUS 1945, berkat bantuan dari segenap rakyat Indonesia.
Kemerdekaan telah tercapai, terlepas dari penjajahan bangsaa asing yang bertujuan membuat bangsa Indonesia ini lebih aman, damai, dan makmur serta sejahtera. Tapi, apakah kita mendapatkan ini semua sekarang?  Masih dipertanyakan .
Campur tangan asing masih amat terasa sekarang, kita sebagai bangsa pribumi masih  (terjajah). Sumber Daya Alam maupun Sumber Daya Manusianya, pengusaha-pengusaha kaya dari negara tetangga terlalu sukses menguasai Nusantara. (mereka) kaya dan makmur, tapi rakyat tetap banyak yang melarat.


2.      SARAN
Memang sulit tampaknya untuk (merdeka), kalau hanya dengan pembacaan PROKLAMASI enam puluh tujuh tahun silam. Semua itu haruslah terus berjalan, wawasan-wawasan, paham kebangsaan, rasa kebangsaan, semangat kebangsaan semuanya harus ditanamkan dalam diri masing-masing. Bukan perlawanan didalam negeri dengan cara-cara anarkis, melainkan dengan PERSATUAN dan INTELEKTUAL pemikiran yang harusnya berjalan. Kericuhan yang terjadi di dalam negeri oleh rakyat kita sendiri hanya akan memperkeruh keamanan dalam negeri saja.
Bangsa ini! Semuanya! Marilah kita maknai apa yang telah menjadi tujuan para pendahulu kita untuk Bangsa Indonesia ini, agar semua perjuangan kemerdekaannya tidak sia-sia. “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarah bangsanya.”








DAFTAR PUSAKA
http://yudhistira-via-kimia.blogspot.com/2011/07/aktualisasi-wawasan-kebangsaan-guna.html?zx=68eac3f6f096b07f
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2009/11/aktualisasi-wawasan-kebangsaan-menghadapi-era-globalisasi/
http://eprints.undip.ac.id/308/1/AM_Djuliati_Suroyo.pdf

http://mentarivision.blogspot.com/2011/11/paham-kebangsaan-dan-lahirnya-pancasila.html

AKTUALISASI PERWUJUDAN

KATA PENGANTAR

            Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala nikmat yang telah dilimpahkan kepada saya, sehingga makalah ini dapat saya selesaikan tepat waktu. Sesuai dengan mata kuliah kewarganegaraan, sebagai warga negara yang baik kita memerlukan suatu konsepsi berupa wawasan nusantara dalam menjalani kehidupan. Karna wawasan nusantara merupakan cara pandang suatu bangsa yang telah menegara tentang diri dan lingkungannya dalam eksistensi yang serba terhubung dan dalam pembangunannya di lingkungan nasional, regional serta global.
            Saya juga ingin mengucapkan terima kasih untuk semua pihak, terutama dosen mata kuliah pendidikan kewarganegaraan Bpk. Moesadin Malik. Ir.,M.Si yang telah mengajarkan saya dan teman-teman di kelas sehingga dapat menambah wawasan saya terutama dalam materi ini yaitu tentang “Wawasan Nusantara” dan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah membantu hingga terselesaikannya makalah ini.
            Makalah ini di buat berdasarkan tugas mata kuliah pendidikan kewarganegaraan yang di bimbing oleh Bpk. Moesadin Malik. Ir.,M.Si. Besar harapan saya, makalah ini dapat bermanfaat bagi teman-teman semua. Dan Saya menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karna itu, segala kritik dan saran untuk kebaikan sangat saya harapkan atas kekurangan penulisan ini saya mohon maaf, semoga makalah ini dapat diterima dengan baik.


                                                                                                                         Penulis



                                                                                                              Amalia Putri Kurnianti








DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL                                                                                            i
KATA PENGANTAR                                                                                          ii
DAFTAR ISI                                                                                                      iii

BAB I   PENDAHULUAN                                                                                   1
1.1.       Latar Belakang                                                                                   1
1.2.       Rumusan Masalah                                                                             2

BAB II PEMBAHASAN                                                                                      3
2.1.       Definisi Dana Pensiun                                                                        3
2.2.       Pendiri dana pensiun                                                                         3
2.3.       Struktur organisasi badan hukum dana pensiun                               5
2.4.       Jenis-jenis Dana Pensiun                                                                                10
2.5.       Program pensiun                                                                                           10
2.6.       Jenis dana pensiun menurut UU No.11 thn 1992                              14
2.7.       Manfaat Dana Pensiun                                                                      15
2.8        Fungsi program dana pensiun                                                           15
2.9        Sistem pembayaran manfaat pensiun                                               16
3.0        Prinsip penyelenggaraan dana pensiun                                            17
3.1        Peraturan dana pensiun                                                                    18

BAB III   KESIMPULAN                                                                                     25
DAFTAR PUSTAKA                                                                                           26






BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar belakang    
            Berdasarkan teoritis tentang wawasan nusantara, latar belakang falsafah pancasila, latar belakang pemikiran aspek kewilayahan, aspek social budaya dan aspek kesejahteraan, terbentuklah satu wawasan Nasional Indonesia yang disebut Wawasan Nusantara. Wawasan nusantara merupakan cara pandang bangsa tentang diri dan lingkunganny, yang dilandasi pancasila dan undang-undang 1945 yang merupakan aspirasi bangsa Indonesia yang merdeka, berdaulat dan bermasyarakat dan mempunyai tindak kebijaksanaannya dalam mencapai tujuan  nasional.
            Di era globalisasi ini, peranan Wawasan Nusantara sebagai landasan visional semakin berkurang penerapannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Bahkan cukup banyak konflik baik internal maupun eksternal yang terjadi akhir-akhir ini yang belum dapat teratasi dengan baik karena rapuhnya landasan visional bangsa Indonesia. Sebagai contoh kasus Sipadan dan ligitan yang kini telah menjadi milik Malaysia, menjadi bukti lemahnya bangsa Indonesia memahami konsep Wawasan Nusantara. Karna itulah Wawasan nusantara perlu menjadi pola yang mendasari cara berfikir, bersikap dan bertindak dalam rangka menghadapi, menyikapi, dan menangani permasalahan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang berorientasi pada kepentingan rakyat dan keutuhan wilayah tanah air.
            Permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia semakin hari semakin berat, maka penerapan dan pemahaman konsep wawasan nusantara sebagai landasan visional mutlak perlu ditanamkan kembali dalam tatanan kehidupan masyarakat Indonesia. Euforia reformasi telah menghilangkan arah dalam pembangunan yang merata dan adil, karena hilangnya arah visional pembangunan bangsa. Era desentralisasi dan globalisasi saat ini, menjadi tantangan dan peluang bagi bangsa Indonesia untuk terus bertahan dan menjaga keutuhannya.Tantangan globalisai yang semakin besar akan merusak keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia Apabila tidak memiliki arah pandangan hidup yang kuat. Pemahaman yang kuat tentang konsep wawasan nusantara dapat menjadi banteng dalam mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia








1.2 Maksud dan tujuan
         Maksud :
            Penulisan makalah ini disusun dengan maksud memberikan gambaran aktual tentang perkembangan situasi dan kondisi pertahanan, keamanan serta sebagai pedoman agar dapat memotifasi dan rambu-rambu dalam menentukan segala keputusan, tindakan bagi penyelenggaraan Negara dalam kehidupan  bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara agar kelak kita dapat meneruskan kehidupan bernegara di era globalisasi dengan lebih baik.

         Tujuan :
            Penulisan ini diharapkan menjadi acuan dalam mewujudkan nasionalisme yang tinggi dalam segala aspek kehidupan yang lebih mengutamakan kepentingan nasional dari pada kepentingan individu, golongan, kelompok, suku bangsa atau daerah dan memperkokoh ketahanan nasional terutama dalam masa pembangunan menghadapi Era Globalisasi sekarang ini serta mengimplementasikannya atau mewujudkannya.

1.3. Ruang lingkup :
            Ruang lingkup dalam penulisan ilmiah ini adalah seluruh aspek yang bersangkutan terhadap pertahanan dan keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Selain itu juga mencakup aspek-aspek pendukung kesatuan dan persatuan Negara ini.
Batasan-batasan materi atau masalah yang akan di bahas dalam makalah ini adalah sebagai berikut:
2.1. Aspek Ideologi
2.2. Aspek Politik
2.3. Aspek Ekonomi
2.4. Aspek sosial budaya
2.5. Aspek pertahanan dan keamanan






BAB II
PEMBAHASAN
Aktualisasi Perwujudan Wawasan Nusantara

2.1        Aspek Ideologi
            Dapat diartikan sebagai kondisi dinamis kehidupan ideologi bangsa Indonesia. Ketahanan ini diartikan mengandung keuletan dan ketangguhan kekuatan nasional dalam menghadapi serta mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan yang datang dari luar maupun dari dalam secara langsung maupun tidak langsung membahayakan kelangsungan kehidupan ideologi bangsa dan negara Indonesia
            berbagai macam Ideologi yang berkembang di seluruh dunia, membuat bangsa Indonesia harus bisa menghadapi benturan kepentingan Ideologi sehingga bangsa Indonesia harus bisa membangun ketahanan Ideologi yang berdasarkan atas pancasila secara kuat kerana kita berada di antara liberalisme di selatan ( Australia dan Selandia Baru) dan komunisme di utara ( RRC, Vietnam dan Korea Utara). Karena itu kita harus memperkokoh ketahanan nasional
A. Macam-macam Ideologi di dunia :
a. Ideologi Dunia
Ø  . Liberalisme(Individualisme)
            Negara adalah masyarakat hukum (legal society) yang disusun atas kontrak semua orang (individu) dalam masyarakat (kontraksosial). Liberalisme bertitik tolak dari hak asasi yang melekat pada manusia sejak lahir dan tidak dapat diganggu gugat oleh siapapun termasuk penguasa terkecuali atas persetujuan dari yang bersangkutan. Paham liberalisme mempunyai nilai-nilai dasar (intrinsik) yaitu kebebasan kepentingan pribadi yang menuntut kebebasan individu secara mutlak. Tokoh: Thomas Hobbes, John Locke, J.J. Rousseau, Herbert Spencer, Harold J. Laski
Mengenai konsep liberalisme, dapat kita tarik beberapa pokok pemikiran yang terkandung di dalamnya, sebagai berikut:
o inti pemikiran          : kebebasan individu
o perkembangan         : berkembang sebagai respons terhadap pola kekuasaan negara yang absolut, pada tumbuhnya negara otoriter yang disertai dengan pembatasan ketat melalui berbagai undang-undang dan peraturan terhadap warganegara
o   landasan pemikirannya adalah bahwa menusia pada hakikatnya adalah baik dan berbudi-pekerti, tanpa harus diadakannya pola-pola pengaturan yang ketat dan bersifat memaksa terhadapnya.
o   system pemerintahan (harus): demokrasi

Ø    Komunis (Class Theory)

            Negara adalah susunan golongan (kelas) untuk menindas kelas lain. Golongan borjuis menindas golongan proletar (buruh), oleh karena itu kaum buruh dianjurkan mengadakan revolusi politik untuk merebut kekuasaan negara dari kaum kapitalis & borjuis, dalam upaya merebut kekuasaan atau memepertahankan komunisme.
            Gelombang komunisme abad kedua puluh ini, tidak bisa dilepaskan dari kehadiran Partai Bolshevik di Rusia. Gerakan-gerakan komunisme international yang tumbuh sampai sekarang boleh dikatakan merupakan perkembangan dari Partai Bolshevik yang didirikan oleh Lenin
o   inti pemikiran: perjuangan kelas dan penghapusan kelas-kelas dimasyarakat, sehingga negara hanya sasaran antara.
o   landasan pemikiran : a. penolakan situasi dan kondisi masa lampau, baik secara tegas ataupun tidak, b. analisa yang cendrung negatif terhadap situasi dan kondisi yang ada, c. berisi resep perbaikan untuk masa depan dan, d. rencana-rencana tindakan jangka pendek yang memungkinkan terwujudnya tujuan-tujuan yang berbeda-beda.
o   system pemerintahan (hanya): otoriter/totaliter/dictator

Ø  Konservatisme
Hal atau unsure yang terkandung di dalamnya, antara lain:
o   inti pemikiran : memelihara kondisi yang ada, mempertahankan kestabilan, baik berupa kestabilan yang dinamis maupun kestabilan yang statis. Tidak jarang pula bahwa pola pemikiran ini dilandasi oleh kenangan manis mengenai kondisi kini dan masa lampau
o   filsafatnya adalah bahwa perubahan tidak selalu berarti kemajuan. Oleh karena itu, sebaiknya perubahan berlangsung tahap demi tahap, tanpa menggoncang struktur social politik dalam negara atau masyarakat yang bersangkutan.
o   landasan pemikirannya adalah bahwa pada dasarnya manusia lemah dan terdapat “evil instinct and desires” dalam dirinya. oleh karena itu perlu pola-pola pengendalian melalui peraturan yang ketat
o   system pemerintahan (boleh): demokrasi, otoriter

Ø  Marxisme
            Marxisme, dalam batas-batas tertentu bisa dipandang sebagai jembatan antara revolusi Prancis dan revolusi Proletar Rusia tahun 1917. Untuk memahami Marxisme sebagai satu ajaran filsafat dan doktrin revolusioner, serta kaitannya dengan gerakan komunisme di Uni Soviet maupun di bagian dunia lainnya, barangkali perlu mengetahui terlebih dahulu kerangka histories Marxisme itu sendiri.
            Berbicara masalah Marxisme, memang tidak bisa lepas dari nama-nama tokoh seperti Karl Marx (1818-1883) dan Friedrich Engels (1820-1895). Kedua tokoh inilah yang mulai mengembangkan akar-akar komunisme dalam pengertiannya yang sekarang ini. Transisi dari kondisi masyarakat agraris ke arah industrialisasi menjadi landasan kedua tokoh diatas dalam mengembangkan pemikirannya. Dimana eropa barat telah menjdai pusat ekonomi dunia, dan adanya kenyataan di mana Inggris Raya berhasil menciptakan model perkembangan ekonomi dan demokrasi politik.
Tiga hal yang merupakan komponen dasar dari Marxisme adalah :
1. filsafat dialectical and historical materialism
2. sikap terhadap masyarakat kapitalis yang bertumpu pada teori nilai tenaga kerja dari David Ricardo (1772) dan Adam Smith (1723-1790)
3. menyangkut teori negara dan teori revolusi yang dikembangkan atas dasar konsep perjuangan kelas. Konsep ini dipandang mampu membawa masyarakat ke arah komunitas kelas.
            Dalam teori yang dikembangkannya, Marx memang meminjam metode dialektika Hegel. Menurut metode tersebut, perubahan-perubahan dalam pemikiran, sifat dan bahkan perubahan masyarakat itu sendiri berlangsung melalui tiga tahap, yaitu tesis (affirmation), antitesis (negation), dan sintesisI (unification). Dalam hubungan ini Marx cendrung mendasarkan pemikiran kepada argumentasi Hegel yang menandaskan bahwa kontradiksi dan konflik dari berbagai hal yang saling berlawanan satu sama lain sebenarnya bisa membawa pergeseran kehidupan social-politik dari tingkat yang sebelumnya ke tingkat yang lebih tinggi. Selain dari itu, suatu tingkat kemajuan akan bisa dicapai dengan jalan menghancurkan hal-hal yang lama dan sekaligus memunculkan hal-hal yang baru.






Ø  Feminisme
                                            
Hal-hal pokok yang terkandung dalam feminisme, adalah:
o   Inti pemikiran : emansipasi wanita
o   Landasan pemikiran: bahwa wanita tidak hanya berkutat pada urusan wanita saja melainkan juga dapat melakukan seprti apa yang dilakukan oleh pria. Wanita dapat melakukan apa saja.
o   System pemerintahan: demokrasi

Ø  Sosialisme
Hal-hal pokok yang terkandung dalam Sosialisme, adalah:
o   inti pemikiran : kolektifitas (kebersamaan) (gotong royong)
o   filsafatnya : pemerataan dan kesederajatan
            bahwa pengaturan agar setiap orang diperlakukan sama dan ada pemerataan    dalm berbagai hal (pemerataan kesempatan kerja, pemerataan kesempatan            berusaha,dll)
o   landasan pemikiran : bahwa masyarakat dan juga negara adalah suatu pola kehidupan bersama. Manusia tidak bisa hidup sendiri-sendiri, dan manusia akan lebih baik serta layak kehidupannya jika ada kerja sama melalui fungsi yang dilaksakan oleh negara
o    system pemerintahan (boleh): demokrasi, otoriter

Ø  Fasisme
            Semboyan fasisme, adalah “Crediere, Obediere, Combattere” (yakinlah, tunduklah, berjuanglah). Berkembang di Italia, antara tahun 1992-1943. setelah Benito Musolini terbunuh tahun 1943, fasisme di Italia berakhir. Demikian pula Nazisme di Jerman. Namun, sebagai suatu bentuk ideology, fasisme tetap ada.
            Fasisme banyak kemiripannya dengan teori pemikiran Machiavelistis dari Niccolo Machiavelli, yang menegaskan bahwa negara dan pemerintah perelu bertindak keras agar “ditakuti” oleh rakyat. fasisme di Italis (=Nazisme di Jerman), sebagai system pemerintahan otoriter dictator memang berhasil menyelamatkan Italia pada masa itu (1922-1943) dari anarkisme dan dari komunism. Walaupun begitu, kenyataannya adalah, bahwa fasisme telah menginjak-nginjak demokrasi dan hak asasi.



o   Inti pemikiran : negara diperlukan untuk mengatur masyarakat
o   filsafat : rakyat diperintah dengan cara-cara yang membuat mereka takut dan dengan demikian patuh kepada pemerintah. Lalu, pemerintah yang mengatur segalanya mengenai apa yang diperlukan dan apa yang tidak diperlukan oleh rakyat
o   landasan pemikiran : suatu bangsa perlu mempunyai pemerintahan yang kuat dan berwibawa sepenuhnya atas berbagai kepentingan rakyat dan dalam hubungannya dengan bangsa-bangsa lain. oleh karena itu, kekuasaan negara perlu dipergang koalisi sipil dengan militer yaitu partai yang berkuasa (fasis di Italia, Nazi di Jerman, Peronista di Argentina) bersama-sama pihak angkatan bersenjata
o   system pemerintahan (harus) : otoriter

Ø  Kapitalisme
Kapitalisme adalah bentuk system perokonomian
o   inti pemikiran : perkonomian individu
o   fisafat : negara tidak boleh mencampuri kegiatan-kegiatan perekonomian, khususnya menyangkut kegiatan perekonomian perseorangan
o   landasan pemikiran : kebebasan ekonomi yang bersifat perseorangan pada instansi terakhir akan mampu mengangkat kemajuan perekonomian seluruh
o   system pemerintahan : demokrasi

Ø  Demokrasi
            Demokrasi artinya hukum untuk rakyat oleh rakyat. kata ini merupakan himpunan dari dua kata : demos yang berarti rakyat, dan kratos berarti kekuasaan. Jadi artinya kekuasaan ditangan rakyat.
            Sebenarnya pemikiran untuk melibatkan rakyat dalam kekuasaan sudah muncul sejak zaman dahulu. Di beberapa kota Yunani didapatkan bukti nyata yang menguatkan hal ini, seperti di Athena dan Sparta. Hal ini pernah diungkapkan Plato, bahwa sumber kepemimpinan ialah kehendak yang bersatu milik rakyat. dalam suatu kesempatan Aristoteles menjelaskan macam-macam pemerintahan, dengan berkata,“ada tiga mcam pemerintahan: kerajaan, aristokrasi, republik, atau rakyat memagang sendiri kendali urusannya.”
o   inti pemikiran: kedaulatan ditangan rakyat
o   filsafat : menurut Dr. M. Kamil Lailah menetapkan tiga macam justifikasi ilmiah dari prinsip demokrasi, yaitu:
ü  ditilik dari pangkal tolak dan perimabngan yang benar, bahwa system ini dimaksudkan untuk kepentingan social dan bukan untuk kepentingan individu.
ü  unjustifikasi berbagai macam teori yang landasan pemikiran. Rakyat membuat ketetapan hukum bagi dirinya sendiri lewat dewan perwakilan, yang kemudian dilaksanakan oleh pihak pemerintah atau eksekutif.
o   system pemerintahan (harus) : domokrasi

Ø  Neoliberalisme
1. Inti pemikiran : mengembalikan kebebasan individu
2. filsafat : sebagai perkembangan dari liberalisme
3. landasan pemikiran : setiap manusia pada hakikatnya baik dan berbudi pekerti
4. system pemerintahan : demokrasi
 pemerintahan (boleh): demokrasi, otoriter
b. Ideologi Pancasila
            Berdasarkan fasafah pancasila, Manusia Indonesia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang mempunyai naluri, akhlak dan daya pikir, sadar akan keberadaannya yang serba terhubung dengan sesama, lingkungan, alam semesta dan dengan Penciptanya.Dengan demikian nilai-nilai Pancasila sesungguhnya telah bersemayam dan berkembang dalam hati sanubari dan kesadaran bangsa Indonesia, termasuk dalam menggali dan mengembangkan Wawasan Nasional
            Falsafah Pancasila diyakini sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia yang sesuai dengan aspirasinya. Keyakinan ini dibuktikan dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia sejak awal proses pembentukan Negara Kesatuan Republik Indonesia sampai sekarang. Dengan demikian wawasan nusantara menjadi pedoman bagi upaya mewujudkan kesatuan aspek kehidupan nasional untuk menjamin kesatuan, persatuan dan keutuhan bangsa, serta upaya untuk mewujudkan ketertiban dan perdamaian dunia. Ideologi ini juga merupakan tatanan nilai yang digali (kristalisasi) dari nilai-nilai dasar budaya bangsa Indonesia. Kelima sila merupakan kesatuan yang bulat dan utuh sehingga pemahaman dan pengamalannya harus mencakup semua nilai yang terkandung didalamnya.
            Ketahanan ideologi diartikan sebagai kondisi dinamik kehidupan ideologi bangsa Indonesia yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan serta gangguan yang dari luar/dalam, langsung/tidak langsung dalam rangka menjamin kelangsungan kehidupan ideologi bangsa dan negara Indonesia.
            Untuk mewujudkannya diperlukan kondisi mental bangsa yang berlandaskan keyakinan akan kebenaran ideologi Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara serta pengamalannya yang konsisten dan berlanjut.
     

 Upaya memperkuat Ketahanan Ideologi memerlukan langkah pembinaan sebagai berikut:
1.      Pengamalan pancasila secara obyektif dan subyektif
2.      Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa dan negara Republik Indonesia
3.      Pendidikan moral Pancasila
4.      Sesanti Bhineka Tunggal Ika dan konsep Wawasan Nusantara bersumber dari Pancasila

2.2       Aspek Politik
          Ketahanan pada aspek politik diartikan sebagai kondisi dinamis kehidupan politik bangsa Indonesia yang berisi keuletan dan ketangguhan kekuatan nasional dalam menghadapi serta mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan yang datang dari luar maupun dari dalam secara langsung maupun tidak langsung untuk menjamin kelangsungan kehidupan politik bangsa dan Negara Republik Indonesia berdasar Pancasila dan UUD 1945. Implementasi wawasan nusantara pada kehidupan politik akan mencipatkan iklim penyelenggaraan Negara yang sehat dan dinamis. Hal tersebut nampak dalam wujud pemerintahan yang kuat aspiratif, dan terpercaya yang dibangun sebagai penjelmaan kedaulatan rakyat.
            konsep politik bangsa Indonesia yang memandang Indonesia sebagai satu kesatuan wilayah, meliputi tanah (darat), air (laut) termasuk dasar laut dan tanah di bawahnya dan udara di atasnya secara tidak terpisahkan, yang menyatukan bangsa dan negara secara utuh menyeluruh mencakup segenap bidang kehidupan nasional yang meliputi aspek politik, ekonomi, sosial budaya, serta pertahanan dan keamanan yang berdasarkan ide nasionalnya yang berlandaskan pancasila dan UUD 1945 (Undang-Undang Dasar 1945) yang merupakan aspirasi bangsa Indonesia yang merdeka, berdaulat, bermartabat serta menjiwai tata hidup dalam mencapai tujuan perjuangan nasional. Wawasan Nusantara sebagai konsepsi politik dan kenegaraan yang merupakan manifestasi pemikiran politik bangsa Indonesia telah ditegaskan dalam GBHN dengan Tap. MPR No.IV tahun 1973. Penetapan ini merupakan tahapan akhir perkembangan konsepsi negara kepulauan yang telah diperjuangkan sejak Dekrarasi Juanda tanggal 13 Desember 1957.
         Pada saat ini,politik Indonesia sangatlah memprihatinkan.Sangat disayangkan Negara Indonesia masih kurang akan pemahaman berpolitik. Seharusnya bangsa ini belajar dari politik Negara-negara yang maju agar dapat meningkatkan kehidupan berpolitik bangsa

           


Upaya mewujudkan ketahanan pada aspek politik sebagai berikut:
a.    Politik Dalam Negeri
            1.    Sistem pemerintahan yang berdasarkan hokum
            2.    Mekanisme politik yang memungkinakan adanya perbedaan pendapat
            3.    Terjalin komunikasi politik timbal balik antara pemerintah dan masyarakat 
b.    Politik Luar Negeri
1.    Hubungan luar negeri ditujukan untuk meningkatkan kerjasama
                interansional di berbagai bidang
2.    Politik luar negeri terus dikembangkan menurut prioritas dalam
                 rangka meningkatkan persahabatan dan kerjasama antar Negara
3.    Peningkatan kualitas sumber daya manusia perlu dilaksanakan
 dengan pembenahan sistem pendidikan, pelatihan dan penyuluhan
4.    Perjuangan bangsa Indonesia yang menyakut kepentingan Nasional

            Politik Luar Negeri  Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah bebas dan aktif. Bebas yaitu Indonesia tidak memihak pada kekuatan-kekuatan yang pada dasarnya tidak sesuai dengan kepribadian bangsa. Aktif yaitu Indonesia dalam percayuran internasional tidak bersifat reaktif dan tidak menjadi obyek, tetapi berperan atas dasar cita-citanya.
            Untuk mewujudkan ketahanan aspek politik diperlukan kehidupan politik bangsa yang sehat dan dinamis yang mengandung kemampuan memelihara stabilitas politik yang bersadarkan Pancasila UUD ’45 ketahanan pada aspek politik dalam negeri adalah Sistem pemerintahan yang berdasarkan hukum, mekanisme politik yang memungkinkan adanya perbedaan pendapat. Kepemimpinan nasional yang mengakomodasikan aspirasi yang hidup dalam masyarakat.
            Ketahanan pada aspek politik luar negeri adalah dengan meningkatkan kerjasama internasional yang saling menguntungkan dan meningkatkan citra positif Indonesia. Kerjasama dilakukan sesuai dengan kemampuan dan demi kepentingan nasional. Perkembangan, perubahan, dan gejolak dunia terus diikuti dan dikaji dengan seksama.memperkecil ketimpangan dan mengurangi ketidakadilan dengan negara industri maju. Mewujudkan tatanan dunia baru dan ketertiban dunia. Peningkatan kualitas sumber daya manusia. Melindungi kepentingan Indonesia dari kegiatan diplomasi negatif negara lain dan hak-hak WNI di luar negeri perlu ditingkatkan.




2.3       Aspek Ekonomi   
1) Perekonomian secara umum
            Perekonomian adalah salah satu aspek kehidupan nasional yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan masyarakat, yang meliputi produksi, distribusi, serta konsumsi barang dan jasa dan dengan usaha-usaha untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. Perekonomian yang dianut oleh suatu Negara akan memberi corak pada kehidupan Negara tersebut.

2) Perekonomian indonesia
            Sistem perekonomian bangsa indonesia mengacu pada pasal 33 UUD 1945, yang menyebutkan bahwa sistem perekonomian Indonesia di susun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan.Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara. Bumi dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh ngara dan dipergunakan sebesarnya untuk kemakmuran rakyat.
            Sistem perekonomian sebagai usaha bersama berarti bahwa setiap warga negara mempunyai hak dan kesempatan yang sama dalam menjalankan roda perekonomian dengan tujuan untuk mensejahteraan bangsa. Perekonomian tidak hanya dijalankan oleh pemerintah dan di wujudkan dalam bentuk kegiatan badan-badan usaha milik negara. Masyarakat dapat turut serta dalam kegiatan perekonomian dalam bentuk usaha-usaha swasta di berbagai bidang.

3) Wawasan Nusantara pada Aspek Ekonomi
            Wilayah nusantara mempunyai potensi ekonomi yang tinggi, seperti posisi khatulistiwa, wilayah laut yang luas, hutan tropis yang besar, hasil tambang dan minyak yang besar, serta memiliki penduduk dalam jumlah cukup besar. Oleh karena itu, implementasi dalam kehidupan ekonomi harus berorientasi pada sektor pemerintahan, pertanian, dan perindustrian
            Aktualisasi wawasan nusantara dalam kehidupan ekonomi bertujuan agar menciptakan tatanan ekonomi yang benar-benar menjamin pemenuhan dan peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat secara merata dan adil. Disamping itu mencerminkan tanggung jawab pengelolaan sumber daya alam yang memperhatikan kebutuhan masyarakat antara daerah secara timbal balik serta kelestarian sumber daya alam itu sendiri.
           
Dalam bidang ekonomi, implementasi wawasan nusantara akan menciptakan tatanan ekonomi yang benar-benar menjamin pemenuhan dan peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat secara adil dan merata. Dalam Pembangunan ekonomi juga harus memperhatikan keadilan dan keseimbangan antar daerah. Oleh sebab itu, dengan adanya otonomi daerah dapat menciptakan upaya dalam keadilan ekonomi dan ketahanan ekonomi.
        Prinsip-prinsip implementasi wawasan nusantara dalam bidang ekonomi yaitu:
§  Kekayaan di wilayah nusantara, baik potensial maupun efektif, adalah modal dan milik bersama bangsa untuk memenuhi kebutuhan di seluruh wilayah Indonesia secara merata.
§  Tingkat perkembangan ekonomi harus serasi dan seimbang di seluruh daerah tanpa     meninggalkan ciri khas yang dimiliki oleh daerah masing-masing dalam pengembangan kehidupan ekonominya.
§  Kehidupan perekonomian di seluruh wilayah nusantara diselenggarakan sebagai usaha bersama dengan asas kekeluargaan dalam sistem ekonomi kerakyatan untuk kemakmuran rakyat yang sebesar-besarnya.
         Contoh implementasi wawasan nusantara dalam bidang ekonomi diantaranya dengan menyeimbangkan Keuangan Pusat dan Daerah dengan keluarnya Undang-Undang No. 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pusat dan Daerah. Pembagian keuangan yang semula hampir 80% anggaran daerah harus menunggu didatangkan dari pusat, padahal 90% hasil-hasil daerah diserahkan pada pemerintahan pusat, kini pada UU tersebut diubah menjadi :
1)    Hasil Pajak Bumi dan Bangunan, 10% untuk pemerintah pusat dan 90% untuk daerah.
2)    Hasil Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan, 20% untuk pusat, 80% untuk daerah.
3)    Hasil kehutanan, pertambangan umum dan perikanan, 20% untuk pusat dan 80% untuk daerah.
4)    Hasil minyak bumi, 85% untuk pusat, 15% untuk daerah dan gas alam, 70% untuk pusat dan 30% untuk daerah.
Bahkan, porsi daerah ditambah lagi dengan adanya “Dana Alokasi Umum” yang dialokasikan untuk daerah-daerah dengan perimbangan tertentu, yang jumlah totalnya adalah 25% dari penerimaan dalam negeri APBN, sebagai perimbangan.
          Selain itu masih banyak sekali cara yang dapat dilakukan oleh pemerintah agar dapat meningkatkan perekonomian bangsa ini.

4) ketahanan pada aspek ekonomi
          Ketahanan Ekonomi diartikan sebagai kondisi dinamis kehidupan perekonomian bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan kekuatan nasional dalam menghadapi serta mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan yang datang dari luar maupun dari dalam secara langsung maupun tidak langsung untuk menjamin kelangsungan perekonomian bangsa dan negara berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.
Pencapaian tingkat ketahanan ekonomi memerlukan pembinaan sebagai berikut:
1.Sistem ekonomi Indonesia diarahkan untuk dapat mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan yang adil dan merata di seluruh wilayah Nusantara melalui eknomi kerakyatan.
2.Ekonomi Kerakyatan harus Menghindari:
o   Sistem free fight liberalism: Menguntungkan pelaku ekonomi yang kuat.
o   Sistem Etastisme: Mematikan potensi unit-unit ekonomi diluar sektor negara.
o   Monopoli: Merugikan masyarakat dan bertentangan dengan cita-cita keadilan sosial.
3.Struktur ekonomi dimantapkan secara seimbang antara sektor    pertanian, perindustrian dan jasa.
4.Pembangunan ekonomi dilaksanakan sebagai usaha bersama atas asas kekeluargaan dibawah pengawasan anggota masyarakat memotivasi dan mendorong peran serta masyarakat secara aktif.
5.Pemerataan pembangunan dan pemanfaatan hasilnya dengan memperhatikan keseimbangan dan keserasian pembangunan antarwilayah dan antar sektor.
6.Kemampuan bersaing harus di tumbuhkan secara sehat dan dinamis.         

Faktor-faktor yang mempengaruhi ketahanan ekonomi
1)    Bumi dan sumber daya alam
2)    Tenaga kerja
3)    Modal
4)    Industrialisasi
5)    Teknologi
6)    Hubungan ekonomi luar negri
7)    Prasarana
8)    manajemen
2.4       Aspek Sosial Budaya
            Budaya/kebudayaan secara etimologis adalah segala sesuatu yang dihasilkan oleh kekuatan budi manusia. Kebudayaan diungkapkan sebagai cita, rasa dan karsa (budi, perasaan, dan kehendak).
            Sosial budaya adalah faktor dinamik masyarakat yang terbentuk oleh keseluruhan pola tingkah laku lahir batin yang memungkinkan hubungan sosial diantara anggota-anggotanya.Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam kehidupan sosial, yaitu Mengembangkan kehidupan bangsa yang serasi antara masyarakat yang berbeda, dari segi budaya, status sosial, maupun daerah. Contohnya dengan pemerataan pendidikan di semua daerah dan program wajib belajar harus diprioritaskan bagi daerah tertinggal.
2.4.1 kondisi sosial budaya di Indonesia
            Sosial Budaya terdiri dari dua kata dimana pada masing-masing kata tersebut mempunyai arti. Sosial adalah Pergaulan hidup manusia dalam bermasyarakat yang mengandung nilai-nilai kebersamaan, senasib, sepenanggungan, solidaritas yang merupakan unsur pemersatu. Sedangkan Budaya yaitu sistem nilai yang merupakan hasil hubungan manusia dengan cipta rasa dan karsa yang menumbuhkan gagasan-gagasan utama serta merupakan kekuatan pendukung penggerak kehidupan.
            Pengembangan budaya Indonesia, untuk melestarikan kekayaan Indonesia, serta dapat dijadikan kegiatan pariwisata yang memberikan sumber pendapatan nasional maupun daerah. Contohnya dengan pelestarian budaya, pengembangan museum, dan cagar budaya.
2.4.2 kebudayaan nasional
            Kebudayaan diciptakan oleh faktor manusia, lingkungan alam, lingkungan psikologis, dan lingkungan sejarah. Dalam setiap kebudayaan daerah terdapat nilai budaya yang tidak dapat dipengaruhi oleh budaya asing.
            Kebudayaan nasional merupakan hasil akulturasi dari budaya-budaya daerah atau budaya asing yang kemudian diterima sebagai nilai bersama seluruh bangsa Indonesia. Akulturasi budaya harus berjalan secara wajar dan alamiah tanpa unsur paksaan dan dominasi budaya terhadap budaya lainnya.
            Kebudayaan Nasional sendiri merupakan identitas yang menjadi kebanggaan bangsa Indonesia. Identitas bangsa Indonesia adalah manusia dan masyarakat yang memiliki sifat-sifat dasar sebagai berikut :
1.      Religius
2.      Kekeluargaan
3.      Hidup serba selaras
4.      Kerakyatan
2.4.3 ketahanan pada aspek social budaya
            Wujud ketahanan sosial budaya tercermin dalam kondisi kehidupan sosial budaya bangsa yang dijiwai kepribadian nasional, yang mengandung kemampuan membentuk dan mengembangkan kehidupan sosial budaya manusia dan masyarakat Indonesia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang maha esa, bersatu, cinta tanah air, berkualitas, maju dan sejahtera dalam kehidupan yang serba selaras, serasi dan seimbang serta kemampuan menangkal penetrasi budaya asing yang tidak sesuai dengan kebudayaan nasional.
            Untuk mewujudkan keberhasilan ketahanan sosial budaya warga negara Indonesia perlu: Kehidupan sosial budaya bangsa dan masyarkat Indonesia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, rukun, bersatu, cinta tanah air, maju, dan sejahtera dalam kehidupan yang serba selaras, serasi dan seimbang serta mampu menangkal penetrasi budaya asing yang tidak sesuai dengan kebudayaan nasional
Faktor-faktor yang mempengaruhi ketahanan bidang sosial budaya:
         Tradisi                                           
         Pendidikan
         Kepemimpinan nasional
         Tujuan nasional
         Kepribadian nasional

        2.4.4 Wawasan nusantara dalam aspek sosial budaya
       Implementasi wawasan nusantara dalam kehidupan sosial budaya akan menciptakan sikap batiniah dan lahiriah yang mengakui segala bentuk perbedaan sebagai kenyataan hidup sekaligus karunia Tuhan. Implementasi ini juga akan menciptakan kehidupan masyarakat dan bangsa yang rukun dan bersatu tanpa membedakan suku, asal usul daerah, agama, atau kepercayaan,serta golongan       berdasarkan status sosialnya. Budaya Indonesia pada hakikatnya adalah satu kesatuan dengan corak ragam budaya yang menggambarkan kekayaan budaya bangsa. Budaya Indonesia tidak menolak nilai-nilai budaya asing asalkan tidak bertentangan dengan nilai budaya bangsa sendiri dan hasilnya dapat dinikmati.
            Sesuai dengan sifatnya, kebudayaan merupakan warisan yang bersifat memaksa bagi masyarakat ybs, artinya setiap generasi yang lahir dari suatu masyarakat dengan serta merta mewarisi norma-norma budaya dari generasi sebelumnya. Warisan budaya diterima secara emosional dan bersifat mengikat ke dalam (Cohesivness) sehingga menjadi sangat sensitif.
          Berdasar ciri dan sifat kebudayaan serta kondisi dan konstelasi geografi, masyarakat Indonesia sangat heterogen dan unik sehingga mengandung potensi konflik yang sangat besar, terlebih kesadaran nasional masyarakat yang relatif rendah sejalan dengan terbatasnya masyarakat terdidik.
Secara universal kebudayaan masyarakat yang heterogen mempunyai unsur-unsur yang sama :
- sistem religi dan upacara keagamaan
- sistem masyarakat dan organisasi kemasyarakatan
- sistem pengetahuan
- bahasa
- keserasian        
- sistem mata pencaharian
- sistem teknologi dan peralatan
          Besarnya potensi antar golongan di masyarakat yang setiap saat membuka peluang terjadinya disintegrasi bangsa semakin mendorong perlunya dilakukan proses sosial yang akomodatif. Proses sosial tersebut mengharuskan setiap kelompok masyarakat budaya untuk saling membuka diri, memahami eksistensi budaya masing-masing serta mau menerima dan memberi. Proses sosial dalam upaya menjaga persatuan nasional sangat membutuhkan kesamaan persepsi atau kesatuan cara pandang diantara segenap masyarakat tentang eksistensi budaya yang sangat beragam namun memiliki semangat untuk membina kehidupan bersama secara harmonis.

2.5       Aspek Pertahanan Keamanan
          Ketahanan pertahanan dan keamanan diartikan sebagai kondisi dinamis kehidupan pertahanan dan keamanan bangsa Indonesia mengandung keuletan, ketangguhan, dan kemampuan dalam mengembangkan, menghadapi dan mengatasi segala tantangan dan hambatan yang datang dari luar maupun dari dalam yang secara langsung maupun tidak langsung membahayakan identitas, integritas, dan kelangsungan hidup bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
            Wujud ketahanan keamanan tercermin dalam kondisi daya tangkal bangsa yang dilandasi kesadaran bela negara seluruh rakyat yang mengandung kemampuan memelihara stabilitas pertahanan keamanan negara (Hankamneg) yang dinamis, mengamankan pembangunan dan hasil-hasilnya serta kemampuan mempertahankan kedaulatan negara dan menangkal segala bentuk ancaman.
Postur kekuatan pertahanan keamanan mencakup:
1.      Struktur kekuatan
2.      Tingkat kemampuan
3.      Gelar kekuatan
Untuk mewujudkan keberhasilan Ketahanan Nasional setiap warga negara Indonesia perlu:
1.      Memiliki semangat perjuangan bangsa dalam bentuk perjuangan non fisik yang disertai keuletan dan ketangguhan tanpa kenal menyerah dan mampu mengembangkan kekuatan nasional dalam rangka menghadapi segala tantangan, ancaman, hambatan, dan gangguan yang datang dari luar maupun dari dalam untuk menjamin identitas, integritas, kelangsungan hidup bangsa dan negara serta pencapaian tujuan nasional.
2.      Sadar dan peduli akan pengaruh-pengaruh yang timbul pada aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan.

beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam kehidupan pertahanan dan keamanan, yaitu Kegiatan pembangunan pertahanan dan keamanan harus memberikan kesempatan kepada setiap warga negara untuk berperan aktif, karena kegiatan tersebut merupakan kewajiban setiap warga negara, seperti memelihara lingkungan tempat tinggal, meningkatkan kemampuan disiplin, melaporkan hal-hal yang menganggu keamanan kepada aparat dan belajar kemiliteran.
Membangun rasa persatuan, sehingga ancaman suatu daerah atau pulau juga menjadi ancaman bagi daerah lain. Rasa persatuan ini dapat diciptakan dengan membangun solidaritas dan hubungan erat antara warga negara yang berbeda daerah dengan kekuatan keamanan.
Membangun TNI yang profesional serta menyediakan sarana dan prasarana yang memadai bagi kegiatan pengamanan wilayah Indonesia, terutama pulau dan wilayah terluar Indonesia.




















BAB III
PENUTUP
3.1    Kesimpulan        
            Dari pembahasam diatas dapat di simpulkan bahwa wawasan Nusantara merupakan cara pandang Bangsa Indonesia terhadap rakyat, bangsa dan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang meliputi darat, laut dan udara di atasnya sebagai satu kesatuan Politik, Ekonomi, Sosial, Budaya dan Pertahanan Keamanan.
Fungsinya sebagai pedoman, motivasi, dorongan, serta rambu-rambu dalam menentikan segala kelejaksaan keputusan, tindakan dan perbuatan bagi penyelenggaraan ditingkat pusat dan daerah maupun bagi seluruh rakyat Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Hal ini tidak terlepas dari konsep-konsep yang merupakan ketahanan Nasional. Konsepsi ketahanan nasional akan menyangkut hubungan antar aspek yang mendukung kehidupan, yaitu:
A.            Aspek alamiah (Statis)                                        
Ø  Geografi
Ø  Kependudukan
Ø   Sumber kekayaan alam
B.       Aspek sosial (Dinamis)
1)      Aspek Ideologi
2)      Aspek Politik
3)      Aspek Ekonomi
4)      Aspek Sosial budaya
5)      Aspek Ketahanan keamanan
Beberapa implementasinya yaitu :
-         Pada kehidupan politik
-         Pada kehidupan ekonomi
-         Pada kehidupan sosial budaya
-         Pada kehidupan pertahanan keamanan

Jadi dari pembahasan di atas kita dapat menyimpulkan bahwa “Aktualisasi Perwujudan Wawasan Nusantara Memperkokoh Ketahanan Nasional Dalam Pembangunan Menghadapi Era Globalisasi” itu sanggat penting karena meliputi banyak aspek yang sangat berhubungan dengan ketahanan nasional di era sekarang ini.
                                           
3.2    Saran
Pertahanan dan keamanan Nasional yang semakin mendapat tantang oleh era globalisasi saat ini sangat perlu di waspadai oleh seluruh warga Negara. Karma itu perlu adanya sosialisasi terhadap masyarakat agar kembali mempererat kesatuan dan persatuan. Hal ini dapat menjawab tantangan yang di berikan dunia pada saat era globalisasi seperti saat ini. Dan setelah kita pahami dan mengerti tentang apa saja yang terkandung di dalam pembahasan ini sebaiknya  kita harus implemantasikan atau di wujudkan dengan sebaik-baiknya, khusunya untuk anak muda penerus bangsa .





















Daftar Pustaka

Lembaga ketahanan nasional republik Indonesia, “Naskah Akademik Pedoman Pemantapan Nilai-nilai Kebangsaan”, Jakarta, 2009
Malik, Moesadin, Ir.,M.Si, “Pendidikan Kewarganegaraan”, Jakarta, 2009
S.Sumarsono, H.Hamdan Manysur, Tjiptadi, H.An.Sobana, “Pendidikan
Kewarganegaraan”, PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2005
http://albarsany.wordpress.com/2009/11/12/wawasan-nusantara.html
http://apadefinisinya.blogspot.com/2008/05/ketahanan-nasional.html
Suradinata,Ermaya. (2005). Hukum Dasar Geopolitik dan Geostrategi dalam Kerangka Keutuhan NKRI.. Jakarta: Suara Bebas. Hal 12-14.
Sunardi, R.M. (2004). Pembinaan Ketahanan Bangsa dalam Rangka Memperkokoh Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jakarta:Kuaternita Adidarma
Srijanti.,Rahman A.,K.S,Purwanto. (2006). Etika Berwarga Negara. Jakarta: Salemba Empat
http://wikipedia.com